Risiko Kebiasaan Minum Teh saat Hamil, Awas Kelebihan Kafein
TEMPO.CO | 01/06/2020 05:30
Ilustrasi minum teh. Shutterstock.com
Ilustrasi minum teh. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Apa pun yang dikonsumsi saat hamil bisa mempengaruhi janin. Itu sebabnya, makanan dan minuman selama hamil harus menjadi perhatian. Bagaimana dengan minum teh

Sebagian ibu hamil senang meminum teh hangat untuk meringankan mual. Tapi ternyata ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin meminumnya saat hamil. Sebab, teh non-herbal seperti matcha, teh hitam, teh hijau, teh putih, dan oolong biasanya mengandung banyak kafein.

Kafein dapat dengan mudah melewati plasenta dan sulit dipecah oleh hati bayi yang umumnya belum sempurna. Penelitian menunjukkan bahwa bayi yang terpapar banyak kafein selama kehamilan memiliki risiko lebih tinggi lahir prematur, berat badan lahir rendah, atau cacat lahir. Bahkan asupan kafein yang tinggi selama kehamilan juga dapat meningkatkan risiko keguguran atau lahir mati (stillbirth).

Akan tetapi, risiko tersebut lebih rendah jika ibu hamil membatasi asupan kafein hingga maksimum 200 mg per hari. Sebuah studi pada 2012 menunjukkan bahwa mengonsumsi teh lebih dari tiga cangkir per hari dapat mengganggu penyerapan asam folat yang berfungsi untuk mencegah cacat tabung saraf pada janin. Oleh sebab itu, ibu hamil disarankan hanya mengonsumsi satu atau dua cangkir teh sehari, terutama selama trimester pertama.

Selain itu, meski hanya mengandung sedikit kafein, sebagian teh herbal juga mengandung senyawa lain yang dianggap tidak aman selama kehamilan karena dapat mendatangkan risiko keguguran atau kelahiran prematur.

Adapun teh herbal tersebut, antara lain adas, fenugreek, sage, borage, licorice, thyme, pennyroyal, dan lainnya. Jadi, sangat penting bagi Anda untuk memilih jenis teh yang tepat, seperti teh jahe, teh daun raspberry, teh peppermint, teh kamomil, dan teh rooibos. 

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT