Air Minum Kemasan Galon Aman Dikonsumsi, Simak Alasan Pakar
TEMPO.CO | 29/05/2020 07:52
Ilustrasi wanita/ibu hamil minum air putih. TEMPO/Aditia Noviansyah
Ilustrasi wanita/ibu hamil minum air putih. TEMPO/Aditia Noviansyah

TEMPO.CO, Jakarta - Produk dengan kemasan apa pun, baik yang sekali pakai maupun yang guna ulang, seperti air minum kemasan galon. Tapi, itu harus memenuhi semua syarat dalam regulasi terkait untuk memastikan keamanannya. Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) memiliki serangkaian regulasi terkait keamanan pangan yang harus dipatuhi dan menjadi acuan setiap produsen.

Direktur Standardisasi Pangan Olahan, Sutanti Siti Namtini, Ap, menjelaskan pentingnya konsumen untuk selalu memeriksa Nomor Izin Edar (NIE) yang diterbitkan BPOM pada label kemasan pangan karena menandakan pemenuhan persyaratan pangan terhadap keamanan, mutu, dan gizi.

"Jika sudah mendapatkan izin edar artinya produk tersebut sudah sesuai dengan standar keamanan pangan yang ditetapkan pemerintah baik dari segi kualitas produk dan proses produksinya,” jelas Sutanti lewat keterangan pers.

Sejalan dengan BPOM, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN), Rachmat Hidayat, mengatakan perusahaan anggota ASPADIN memproduksi berbagai produk air minum dalam beragam kemasan. Fungsi utama kemasan adalah untuk melindungi produk dan menjamin keamanan pangan untuk dikonsumsi oleh konsumen.

"Semua kemasan yang digunakan, termasuk kemasan galon yang guna ulang yang digunakan kembali secara berulang oleh produsen aman untuk dikonsumsi karena sudah memenuhi SNI Wajib AMDK dan memiliki izin edar dari BPOM. SNI Wajib AMDK dan Izin Edar BPOM hanya diberikan kepada produk AMDK yang sudah lolos audit keamanan pangan yang sangat ketat," ungkapnya.

Sementara itu, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) yang juga Pakar Keamanan Pangan, Prof. Ir. Ahmad Sulaeman, menegaskan air kemasan galon guna ulang sudah terbukti aman dikonsumsi karena sudah ada dan dikenal masyarakat selama puluhan tahun dan sudah terbukti kualitasnya dalam melindungi produk air minum kemasan.

"Setiap produk yang sudah dikemas dan disegel sesuai standar yang telah ditetapkan berdasarkan regulasi pemerintah, sudah pasti higienis dan aman dikonsumsi," ujar Ahmad.

Pakar teknologi lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Prof. Dr. Enri Damanhuri, menjelaskan setiap kemasan memiliki keunggulan sendiri dari segi pertimbangan ketahanan, keamanan, maupun keramahan terhadap lingkungan, seperti kemampuan untuk didaur ulang, sumber daya yang diperlukan untuk produksi atau jejak karbon yang ditinggalkan. Untuk masalah ramah lingkungan, galon guna ulang yang bisa berkali kali digunakan untuk mengemas produk air kemasan jelas bermanfaat untuk mengurangi sampah plastik yang saat ini menjadi keprihatinan banyak pihak.

"Coba kita perhatikan, hampir tidak pernah terlihat galon di tempat sampah, sebaliknya karena produsen menggunakan kemasan ini secara berulang dan mampu mendaur ulang galon bekas yang sudah tidak layak lagi untuk digunakan," ungkapnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT