Tak Bisa Bertemu, Tetap Silaturahmi Lebaran, Rasakan Manfaatnya
TEMPO.CO | 25/05/2020 12:45
Ilustrasi silaturahmi virtual. ANTARA
Ilustrasi silaturahmi virtual. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Silaturahmi menjadi salah satu momen andalan untuk menguatkan tali persaudaraan saat Idul Fitri. Namun, akibat pandemi Covid-19, silaturahmi dengan keluarga tertunda karena pembatasan sosial.

Selain itu, silaturahmi tahun 2020 ini juga sangat terbatas karena tidak bisa bersalam-salaman dengan keluarga dan kerabat. Berikut 10 manfaat silahturahmi yang tetap harus dijaga selama masa pandemi ini dengan mengandalkan beragam platform.

Mempererat tali persaudaraan
Momen silaturahmi Lebaran, yakni berkumpul bersama anggota keluarga besar memang bertujuan mempererat tali persaudaraan. Mungkin saja Anda tinggal jauh dengan saudara atau sudah lama tidak bertemu dan jarang berbicara.

Maka, biasanya kita menggunakan waktu silaturahmi Lebaran untuk memperbaiki hubungan persaudaraan ini. Untuk mengatasi masalah tidak bisa berjumpa secara langsung karena pandemi, Anda bisa memanfaatkan teknologi panggilan video dengan menggunakan laptop atau ponsel serta pastikan internet lancar.

Mengenal anggota keluarga baru
Dalam satu tahun, ada banyak kejadian yang mungkin tidak Anda sadari, seperti pernikahan dan kelahiran. Ini waktu untuk memperluas koneksi antara persahabatan dan persaudaraan lebih dalam. Saat bertamu ke rumah saudara atau tetangga, maka Anda juga berpeluang bertemu dengan orang baru.

Mendekatkan diri dengan Tuhan
Silaturahmi perintah dari Allah SWT kepada umat manusia. Seperti yang disebut sabda Rasulullah, “Allah ‘azza wa jalla berfirman: Aku adalah Ar-Rahman. Aku menciptakan rahim dan Aku mengambilnya dari nama-Ku. Siapa yang menyambungnya, niscaya Aku akan menjaga hak-Nya. Dan siapa yang memutusnya, niscaya Aku akan memutus darinya,” tertulis dalam Hadis Riwayat Ahmad.

Ayat ini menegaskan, Tuhan tidak segan memutus hubungan bagi mereka yang juga memutuskan tali silaturahmi. Sebaliknya, Dia menjanjikan pahala kepada mereka yang menjaga keutuhan tali persahabatan dan persaudaraan.

Melancarkan rezeki
Silaturahmi diyakini juga akan melancarkan dan menambah rezeki jika dilakukan dengan sepenuh hati. Hal ini pun tercantum dalam sabda Rasulullah, “Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala, sedekah dan silaturahmi,” tulis Hadis Riwayat Tirmidzi.

Momen silaturahmi bisa digunakan untuk menolong kerabat yang mungkin membutuhkan bantuan. Tuhan tentu menjanjikan pahala yang besar, keberkahan harta bagi mereka yang membantu sesama, bahkan lebih melimpah dibandingkan bersedekah untuk fakir miskin.

Kunci menuju surga
Silaturahmi sebagai perintah Tuhan menandakan hal ini adalah kewajiban yang menjadi satu langkah lebih dekat dengan surga dan dijauhkan dari panasnya api neraka. Hal ini tertuang dalam hadis riwayat Bukhari dan Muslim berbunyi, “Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan salat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahmi.”

Memperpanjang usia
Berdasarkan hadist yang diriwayatkan Al-Bukhari, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Barang siapa ingin dilapangkan rezekinya dan ditangguhkan ajalnya, hendaklah ia bersilaturahim.”

Selain memperluas rezeki, Allah juga menjanjikan penangguhan ajal. Ajal juga bisa diartikan jejak. Ajal atau jejak mengikuti umur manusia, karena orang yang sudah meninggal tidak meninggalkan jejak di muka bumi. Dengan demikian seseorang yang taat menjalani silaturahmi juga akan diperpanjang umurnya.

Menjaga kesehatan mental
Bersilaturahmi bisa juga untuk menjaga kesehatan mental. Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan sesama untuk menjalani kehidupan. Oleh sebab itu, silaturahmi saat Lebaran merupakan kesempatan untuk bertukar cerita, menanyakan keadaan hidup, dan menjalani berbagai kegiatan seru bersama. Hal-hal kecil ini secara tidak langsung memperbaiki suasana hati dan mengurangi stres.

Memperluas ilmu dan hikmah hidup
Pertemuan dan berinteraksi dengan orang membuat kita mendapatkan berbagai hikmah dan gagasan atau ilmu yang baru. Rutin memperbaharui ilmu maka kita dapat mendapatkan pencerahan mengenai cara pandang dan rasa empati. Dengan begitu segala persoalan dapat diselesaikan dengan akal bijak.

Menunjukkan keimanan dan kesalehan
Salah satu cara untuk menunjukkan iman sebagai hamba-Nya yang setia adalah dengan menjalani silaturahmi. Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya dan barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi.”

Menggugurkan dosa
Silaturahmi menjauhkan dari dosa perselisihan dan meluruskan kesalahpahaman.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT