Jangan Remehkan Cakaran Kucing, Ini Bahaya yang Mungkin Terjadi
TEMPO.CO | 24/05/2020 22:10
Ilustrasi bermain dengan kucing. Shutterstock.com
Ilustrasi bermain dengan kucing. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Cakaran kucing mungkin hanya menyebabkan luka sayatan kecil. Itulah sebabnya banyak orang yang menyepelekannya. Padahal, cakaran kucing bisa mengakibatkan masuknya bakteri penyebab infeksi berbahaya.

Di dalam dunia medis, penyakit akibat cakaran kucing dikenal sebagai “demam cakaran kucing”. Penyakit ini disebabkan tidak hanya oleh cakaran kucing, tapi juga gigitan atau jilatannya. Sebab, air liur kucing ternyata mengandung bakteri, termasuk Staphylococcus, Streptococcus, Pasteurella, dan Bartonella henselae.

Bakteri di dalam air liur kucing tersebut kemungkinan didapatkan dari kutu, yang sering tinggal di dalam bulu lebatnya. Untuk orang yang sehat, mungkin penyakit demam cakaran kucing ini tidak terlalu mengkhawatirkan.

Namun bagi orang-orang dengan sistem imun lemah, penyakit cakaran kucing ini bisa menimbulkan problematika.

Orang yang telah mengalami cakaran kucing harus segera datang ke rumah sakit. Kalau bisa, sebelum cakaran kucing itu “berumur” 8 jam. Langkah ini diperlukan untuk mencegah datangnya infeksi. Di rumah sakit, dokter akan memberikan antibiotik infus atau bahkan Anda harus dirawat.

Sama seperti penyakit pada umumnya, cakaran kucing akan menimbulkan berbagai macam gejala pada tubuh sang penderita. Beberapa gejala itu bahkan membutuhkan penanganan medis segera, untuk mencegah adanya komplikasi yang lebih mengkhawatirkan.

Gejala penyakit cakaran kucing yang harus diwaspadai antara lain, benjolan merah, kulit melepuh, demam ringan, sakit kepala, kelelahan, dan menurunnya nafsu makan.

Infeksi kelenjar getah bening juga dapat terjadi, terutama pada kelenjar getah bening yang paling dekat dengan luka cakaran kucing. Biasanya, kelenjar getah bening akan melunak dan bengkak.

Hal yang harus Anda waspadai adalah ketika cakaran kucing menimbulkan hal-hal berikut.
- Luka sayatan atau gigitan kucing yang tidak kunjung sembuh
- Area merah di sekitar cakaran kucing yang semakin besar setelah 2 hari
- Demam yang berlangsung selama beberapa hari setelah dicakar kucing
- Kelenjar getah bening yang membengkak dan terasa sakit selama 2-3 minggu
- Nyeri tulang dan sendi, sakit perut, dan kelalahan yang luar biasa selama lebih dari 2-3 minggu.

Menurut the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 12 ribu orang terdiagnosis dengan cakaran kucing setiap tahunnya. Sebanyak 500 orang harus dirawat di rumah sakit akibat cakaran kucing.

Jika penyakit cakaran kucing ini tidak ditangani segera, akan ada berbagai komplikasi berbahaya, bahkan mengancam nyawa, seperti komplikasi itu meliputi pembesaran limpa, penebalan katup jantung, hingga ensefalitis (radang otak).

Untuk memperkecil risiko munculnya infeksi, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah menekan bagian luka cakaran kucing, hingga darahnya keluar. Hal ini dilakukan agar bakteri bisa dikeluarkan lewat darah.

Kemudian, bersihkan luka cakaran kucing dengan air bersih. Hentikan perdarahannya dengan kain bersih dan oleskan salep untuk luka yang biasa dijual di apotek jika Anda punya.

Setelah itu, tutuplah luka dengan perban sampai Anda datang ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT