Siswa TK di Denmark Gembira Belajar di Taman Saat Pandemi Covid
TEMPO.CO | 23/05/2020 21:22
Sejumlah anak-anak bermain di taman bermain Tivoli Gardens setelah pemerintah melonggarkan lockdown di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 di Copenhagen, Denmark April 22, 2020. Denmark membuka sejumlah fasilitas publik mulai 15 April 2020. Liselott
Sejumlah anak-anak bermain di taman bermain Tivoli Gardens setelah pemerintah melonggarkan lockdown di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 di Copenhagen, Denmark April 22, 2020. Denmark membuka sejumlah fasilitas publik mulai 15 April 2020. Liselotte Sabroe/Ritzau Scanpix/via REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Pandemi Covid-19 membuat anak-anak yang masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak atau TK di Kopenhagen, Denmark, merasakan suasana yang berbeda saat belajar. Mereka tak lagi masuk ke sekolah seperti biasa melainkan boleh bermain-main di taman.

Saat pandemi Covid mulai reda, pemerintah mengizinkan Taman Tivoli dibuka sebagai tempat bermain dan belajar buat anak TK. Mengutip laman Travel and Leisure, taman hiburan yang terletak di pusat Kota Kopenhagen itu kini didatangi oleh anak-anak berusia 3-6 tahun beserta para guru.

Mereka dapat bermain dan belajar sambil menikmati berbagai atraksi di Taman Tivoli. Mereka bisa naik kincir raksasa atau komidi putar. Suasana tambah menyenangkan karena anak-anak bisa mendapatkan makan siang gratis saat berada di taman tersebut.

"Kita harus kreatif. Dan saya senang karena banyak perusahaan, asosiasi perumahan, dan lembaga olahraga yang turut berkontribusi dalam kegiatan ini," kata Jesper Christensen, Wali Kota Kopenhagen Bidang Anak-anak dan Remaja.

Sejumlah wahana dalam taman hiburan mini untuk tikus, Tjoffsans tivoli terlihat di Malmo, Swedia, 23 April 2017. Taman ini dinamai menurut karakter anak-anak yang populer di Swedia, Tjoffsans Tivoli. Johan Nilsson/REUTERS

Kendati anak-anak boleh beraktivitas di Taman Tivoli, mereka dan para guru tetap harus menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona. Para guru mengatur agar setiap anak berjarak satu sama lain dan tentu memungkinkan untuk menerapkan ini di tengah taman yang luar, mengajarkan mereka mencuci tangan untuk mencegah infeksi virus corona, dan memakai masker.

Mengutip laman Tivoli, tempat rekreasi itu kali pertama dibuka pada 15 Agustus 1843. Dua tahun setelah dibuka, pengelola Taman Tivoli melakukan terobosan dalam penjualan tiket. Mereka menjual paket tiket untuk musim tertentu, pelancong tunggal, pasangan, atau kelompok.

Selain Taman Tivoli, pemerintah juga membuka Kebun Binatang Kopenhagen dan Museum Nasional Denmark sebagai tempat bermain dan belajar bagi siswa Taman Kanak-kanak.

TRAVEL AND LEISURE | TIVOLI GARDENS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT