Olahraga saat Puasa, Boleh Turunkan Intensitas jadi 70 Persen
TEMPO.CO | 19/05/2020 04:30
Ilustrasi olahraga dengan wajah ditutup masker. Sumber: China News Service via Getty Ima/mirror.co.uk
Ilustrasi olahraga dengan wajah ditutup masker. Sumber: China News Service via Getty Ima/mirror.co.uk

TEMPO.CO, Jakarta - Mungkin masih banyak orang yang ragu untuk olahraga di bulan puasa. Mereka takut olahraga bisa meningkatkan rasa lapar dan haus. Padahal olahraga boleh saja dilakukan dengan memperhatikan beberapa hal.

Menurut master trainer Strong Nation, Umar Syarif, berpuasa bukanlah sebuah alasan untuk berhenti bergerak aktif. "Sangat mungkin (berolahraga saat puasa), dengan porsi latihannya diubah, seperti volume dan intensitas diturunkan, sekitar 40-70 persen. Ini untuk menjaga agar performa Anda stabil, agar ototnya tidak lemas," kata Umar melalui konferensi virtual, Senin 18 Mei 2020.

Mantan atlet karate itu mengatakan bahwa hal tersebut tak hanya baik untuk fisik, namun juga untuk memperkuat mental serta pola pikir. "Ini tergantung mindset kita. Ini challenge juga. Dengan mengatur volume latihan dengan baik, bukan hanya mengubah fisik, namun mental kita juga semakin kuat," ujar dia.

Sependapat dengan Umar, aktris yang juga aktif dalam dunia kebugaran, Cut Memey mengaku tetap berolahraga ketika sedang berpuasa. Ia juga menurunkan intensitas latihannya. "Pengalaman pribadi, yang aku lakukan adalah aku tetap olahraga ketika puasa, mulai tahun lalu aku coba lakukan resistant training dengan menurunkan intensitas dan waktunya," kata Memey.

Lebih lanjut, Memey memberikan saran untuk berolahraga seusai berbuka puasa. "Kalau untuk olahraga yang cukup melelahkan, aku biasanya lakukan satu jam setelah buka puasa, dengan catatan, makanan yang dikonsumsi setelah berbuka tidak terlalu banyak," kata dia.

Cara termudah untuk tetap berkeringat saat puasa, lanjut Memey, adalah dengan konsisten melakukan sebuah olahraga, misalnya saja berjalan beberapa 10 ribu langkah setiap harinya.

Selain mudah, hal tersebut juga ikut menjaga kesehatan fisik dan mentalnya. "Olahraga apapun bagus, dan harus continuous. Yang penting berlangsung terus menerus dan stabil, tetap aktif," kata Memey.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT