Risiko Makan Banyak di Satu Waktu ala Mukbang, Tak Hanya Obesitas
TEMPO.CO | 17/05/2020 03:05
ilustrasi mukbang makanan korea (YouTube)
ilustrasi mukbang makanan korea (YouTube)

TEMPO.CO, JakartaMukbang menjadi salah satu fenomena tontonan online beberapa tahun belakangan.  Kata “mukbang” berasal dari dua kata bahasa Korea, “mukja” yang berarti “mari makan” dan “bang song” yang berarti “broadcast”. Popularitasnya berasal dari Korea Selatan, namun kini sudah tak lagi mengenal batas dan jarak, sudah dilakukan begitu banyak orang di penjuru dunia. Peminatnya banyak, tapi waspada bahayanya bagi pembuat konten.

Mukbang melibatkan jumlah makanan yang luar biasa banyaknya, baik dari kuantitas maupun jenisnya. Orang yang membuat video mukbang bisa mengonsumsi 4.000 kalori dalam satu tayangan mereka, bahkan lebih banyak lagi.

Begitu fantastisnya jumlah makanan yang dikonsumsi dalam tayangan YouTube mukbang, ini pula yang membuat popularitasnya meroket. Fans tayangan mukbang sangat menikmati setiap bagian saat idolanya mengonsumsi makanan yang sangat banyak

Ada banyak alasan mengapa tayangan mukbang dicintai. Mulai dari dianggap menghibur, sensasi ikut merasakan makanan secara virtual, atau seperti yang terjadi di Korea Selatan, menemani saat sedang makan sendirian.

Namun di sisi lain, tentu ada konsekuensi yang tidak bisa diabaikan pada tubuh mereka. Mengonsumsi begitu banyak kalori dalam satu waktu tertentu tentu tidak baik. Apalagi, video mukbang harus terus menerus diproduksi untuk memastikan popularitasnya tak meredup. Semakin sering mengunggah video mukbang, semakin terkenal pula di kalangan pecinta tayangan mukbang.

Berbeda orang, akan berbeda pula konsekuensinya untuk kesehatan. Di luar semua popularitas menjadi bintang konten mukbang, ada beberapa keluhan seperti diare, obesitas, bahkan disfunsgi ereksi.

Untuk keluhan yang terakhir, memang hingga kini belum ada bukti ilmiah keterkaitan antara mukbang dan masalah reproduksi. Namun menurut pengakuan bintang YouTube mukbang, hal ini terjadi karena setelah mengonsumsi begitu banyak makanan, tidak ada mood untuk berbicara tentang gairah seksual, apalagi mengalami ereksi.

Bagi tubuh, masuknya begitu banyak kalori dalam waktu singkat layaknya roller coaster. Siklus yang terus berulang antara mukbang dan makan dalam porsi normal akan merusak sinyal alami tubuh rusak. Dalam jangka panjang, tubuh tidak akan bisa mengenali kapan merasa lapar atau kenyang.

Tentu obesitas menjadi ancaman terbesar bagi para pembuat kontek mukbang dalam jangka panjang. Mungkin hal ini akan dimulai dengan kesulitan mengendalikan kadar gula darah. Terlebih, tidak semua makanan yang dikonsumsi saat mukbang sehat. Justru seringnya, semakin “berbahaya” makanan yang disajikan dalam video, semakin tinggi pula ketertarikan penonton.

Selain obesitas dan gula darah, berikut beberapa bahaya mukbang yang perlu diketahui.

1. Bahaya untuk metabolisme tubuh

Orang yang makan berlebihan akan merusak respons metabolisme normal tubuh. Ketika jumlah kalori yang masuk ke tubuh luar biasa banyakakan terjadi gangguan metabolisme. Dalam jangka panjang, masalah metabolisme ini dapat menyebabkan obesitas dan diabetes.

2. Rentan berbagai penyakit

Ketika orang mengonsumsi makanan terlalu banyak atau mukbang dalam jangka waktu lama, maka tubuhnya akan mengalami resistensi insulin. Tak hanya itu, dalam jangka panjang mukbang juga menjadi pintu masuk terjadinya beragam penyakit seperti kanker, jantung, hingga perlemakan hati.

Beberapa bahaya yang mengintai di atas bisa terjadi dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Ingat, menjadi bintang YouTube tak bisa diperoleh – atau dipertahankan – hanya dengan bersantai tanpa membuat konten.

Artinya, semakin sering membuat konten mukbang, akan semakin besar kemungkinan viral. Di sinilah ada siklus yang tidak sehat dan terus berulang. Mau tak mau, tubuh menjadi “tempat sampah” segala jenis makanan dalam tema produksi saat itu.

Memang bagi banyak bintang YouTube soal mukbang, konsekuensi ini belum terasa terlalu signifikan. Bahkan, dianggap sepadan dengan popularitas dan uang yang dapat dikantongi. Faktanya, tubuh tak bisa berbohong. Dalam jangka panjang, pasti akan ada “protes” dari tubuh ketika dipaksa menelan ribuan kalori dalam waktu singkat.

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT