Perlu Paspor Tambahan Buat Wisatawan ke Kepulauan Canaria Spanyol
TEMPO.CO | 12/05/2020 19:30
Ilustrasi berlibur/paspor/travelling. Shutterstock.com
Ilustrasi berlibur/paspor/travelling. Shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Paspor adalah salah satu syarat utama sebelum seseorang bepergian ke luar negeri. Namun setelah wabah corona, dunia masuk ke masa new normal atau kondisi normal yang baru.

Salah satu aturan baru dalam bepergian adalah memiliki paspor kesehatan digital atau digital health pasport dalam bentuk aplikasi. Hal ini telah diterapkan oleh pemerintah Kepulauan Canaria di Spanyol untuk memastikan wisatawan yang datang memiliki riwayat kesehatan yang aman dari virus corona.

Paspor kesehatan digital ini berbeda dengan paspor yang biasa dibawa saat travelling. Paspor kesehatan digital yang dimaksud adalah sebuah aplikasi yang dikembangkan oleh perusahaan digital Hi+Card. "Paspor ini menunjukkan data profil kesehatan penggunanya secara digital di dalam ponsel yang diterbitkan oleh otoritas kesehatan," kata Antonio López de Ávila, salah seorang pendiri Hi+Card dan Pimpinan Eksekutif Tourism Data Driven Solutions atau TDDS seperti dikutip Northern Ireland Travel News.

Keputusan pemerintah Kepulauan Canaria yang mensyaratkan turis menunjukkan paspor kesehatan digital saat datang telah mendapat persetujuan dari Organisasi Pariwisata Dunia atau UNWTO. Adalah Menteri Pariwisata Regional Kepulauan Canaria Yaiza Castilla dan Sekretaris Jenderal UNWTO Zurab Pololikashvili yang menyepakati kerangka kerja kolaborasi pada Jumat, 8 Mei 2020. Ketentuan paspor kesehatan digital tersebut berlaku efektif mulai Juli 2020.

Lanskap Pulau La Gomera di Kepulauan Canaria. Warga setempat mengembangkan komunikasi dengan cara bersiul. Foto: @saulsantosfotografia

Yaiza Castilla mengatakan paspor kesehatan digital membuat wisatawan dan tuan rumah merasa aman dan nyaman dalam memberikan pelayanan dan pada akhirnya memulihkan pariwisata di Kepulauan Canaria. "Dengan paspor kesehatan digital ini, wisatawan jadi lebih mudah saat bepergian dan penyedia layanan wisata bisa lebih tenang," katanya.

Adapun Zurab Pololikashvili mengatakan pandemi Covid-19 telah mengguncang ekonomi dunia, termasuk sektor pariwisata. Kondisi ini tak bisa dibiarkan berlarut. Sebab itu, menurut dia, perlu inovasi untuk memulihkan ekonomi dunia. "Kami berusaha untuk bangkit lagi. Dan travelling tak akan lagi sama seperti sebelumnya," kata dia.

Selain menyertakan paspor kesehatan digital, para wisatawan dan pelaku industri pariwisata tetap menerapkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran virus corona. Caranya antara lain memakai masker, rajin mencuci tangan, menerapkan physical distancing, melengkapi dokumen kesehatan ketika bepergian, dan lainnya.

NORTHERN IRELAND TRAVEL NEWS | TRAVEL WEEKLY


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT