Michelle Obama Ungkap Badai Pernikahannya di Tahun-tahun Awal
TEMPO.CO | 10/05/2020 05:05
Barack Obama berbisik pada istrinya, Michelle Obama disela upacara peresmian di Galeri Potret Nasional Smithsonian di Washington, AS, 12 Februari 2018. REUTERS
Barack Obama berbisik pada istrinya, Michelle Obama disela upacara peresmian di Galeri Potret Nasional Smithsonian di Washington, AS, 12 Februari 2018. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Tak ada pernikahan yang berjalan tanpa masalah, termasuk antara Michelle Obama dan suaminya, Barack Obama. Hubungan Michelle dan mantan orang nomor satu Amerika Serikat itu selama hampir 30 tahun diperkuat oleh konseling pernikahan. 

Hal itu diungkapkan Michelle dalam memoar yang tayang di Netflix, Becoming. Mantan ibu negara itu membongkar tentang kesulitan yang dihadapinya bersama Barack Obama selama bertahun-tahun.

Pernikahan mereka yang berlangsung pada 3 Oktober 1992 memiliki komitmen teguh. Tapi, Michelle mengaku hidup mereka menjadi lebih rumit ketika berjuang untuk hamil dan setelah mereka memiliki dua putri mereka, Malia Ann dan Natasha alias Sasha.

Perempuan 56 tahun itu mengungkapkan bahwa dia mengalami keguguran lalu hamil kedua anak perempuannya melalui program bayi tabung atau fertilisasi in vitro (IVF).

Setelah anak-anaknya lahir, dia harus menyeimbangkan karier hukumnya dan tekanan sebagai orang tua baru. Saat itu bertepatan dengan karier suaminya yang sedang berkembang sebagai politisi.

Di tayangan itu, ibu dua anak ini merefleksikan tahun-tahun awal mereka sebagai pasangan. "Dia sangat berbeda, dan dia berbeda dari saya, dan dia menantang saya dengan cara yang berbeda. Saya tahu dia adalah tsunami yang datang setelah saya, dan jika saya tidak bertindak bersama-sama, saya akan tersapu," kata dia, seperti dikutip People, Sabtu, 9 Mei 2020.  

Michelle mengatakan dia tidak ingin hanya menjadi pelengkap mimpi-mimpi suaminya. Itu membuat dia terpaksa bekerja dan berpikir, bahkan sempat membuat keputusan meninggalkan dunia hukum yang selama ini dia tekuni.

Masa transisi dalam hubungan mereka memaksa Michelle membuat beberapa konsesi atas nama keluarga mereka yang sedang tumbuh.

"Hubungan saya dengan Barack adalah tentang kemitraan. Jika saya akan memiliki suara yang setara dengan pria yang sangat keras kepala ini, saya harus bangun sendiri,” katanya.

Dia mengatakan semuanya bertambah sulit ketika kedua anaknya lahir. Barack memang tidak memintanya berhenti bekerja. Tapi dia merasa tidak bisa melakukan semua secara bersamaan.  

“Jadi saya harus mengurangi aspirasi saya. Saya harus memutarnya kembali,” dia mengenang.

Michelle juga terbuka tentang konseling perkawinan yang pernah dia jalani. Berbicara kepada moderator Gayle King, Michelle mengakui awalnya dia berpikir konseling akan memperbaiki Barack Obama.

Saat itu, Michelle merasa bahwa Barack memprioritaskan dirinya sendiri, dengan cara tertentu. Dia sebal karena Barack pergi ke gym saat dia kerepotan dengan bayinya. Jadi daripada marah, dia memutuskan untuk pergi ke gym juga.

Konseling itu mengingatkan dirinya untuk tidak lupa juga memprioritaskan kebahagiaannya. "Salah satu hal yang saya pelajari, yang membantu saya dan pernikahan kami, adalah bahwa kebahagiaan saya tidak bergantung pada dia,” katanya.

Michelle mengatakan kepada People pada November 2018 bahwa dia ingin membuka topik tersebut untuk mengingatkan pembaca bahwa hubungan tidak ada yang sempurna.

"Karena kami adalah panutan, penting bagi kami untuk berkata jujur, jika Anda menikah dan ada saatnya Anda ingin pergi, itu normal - karena saya merasa seperti itu," katanya.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT