Masker Kain Jumputan Gambo Muba yang Trendi dan Aman bagi Kulit
TEMPO.CO | 09/05/2020 17:15
Thia Yufadha, Ketua Tim Penggerak PKK Musi Banyuasin menggagas produksi masker berbahan kain perca Gambo Muba. Ia menjamin masker ini mengikuti tren pasar dan anti-alergi kulit. TEMPO/Parliza Hendrawan
Thia Yufadha, Ketua Tim Penggerak PKK Musi Banyuasin menggagas produksi masker berbahan kain perca Gambo Muba. Ia menjamin masker ini mengikuti tren pasar dan anti-alergi kulit. TEMPO/Parliza Hendrawan

TEMPO.CO, Palembang - Gambo Muba, yang dikenal sebagai kain jumputan berbahan alami dari kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatra Selatan, memproduksi masker kain sehat yang trendi. Disebut sehat dan alami karena pengrajin tidak menggunakan pewarna kimiawi untuk mempercantik kain sebagai bahan dasarnya.

Selain bahan alami, masker ini dibuat dari katun premium sehingga tidak berisiko menimbulkan gangguan kulit bagi penggunanya. “Tentunya aman bagi kulit sensitif, karena Gambo Muba kan diwarnai dengan pewarna alami sehingga antialergi,” kata Thia Yufadha, ketua tim penggerak PKK Musi Banyuasin, dalam sebuah bincang santai pada Sabtu, 9 Mei 2020.

Thia yang juga mantan presenter Metro TV ini menjelaskan niat membuat masker berbahan kain perca jumputan Gambo Muba ini bukan untuk mencari keuntungan melainkan untuk berperan serta dalam membantu masyarakat terdampak virus corona penyebab covid-19.

Pemasarannya terbilang unik, ia menggandeng para selebritas, selebgram, hingga politikus. Dalam perbincangan santai itu, Thia mengakui bahwa ia mengirimkan beberapa masker pada rekannya yang aktif menggalang donasi bagi masyarakat yang terdampak pandemi covid-19, misalnya Najwa Shihab dengan gerakan Konser Musik #dirumahaja, Mel Ahyar dengan gerakan #bekaluntuksemua, pasangan Putri Indonesia Bunga Jelitha dan Syamsir Alam dengan gerakan #berbagi.

Masker kain jumputan Gambo Muba terbuat dari bahan-bahan alami. Diklaim antialergi. TEMPO/Parliza Hendrawan

Dia juga mengajak selebritas lainnya seperti Ola Harika dengan donasi APD bagi paramedis, Didiet Maulana, Dewi Lestari, dan drg. Vivi Gustinar dari @sahabatpeduliindonesia dengan gerakan sosialisasi #celekit (cegah sebelum sakit).

“Harganya Rp 35.000 per buah kami jual online di akun Instagram @gambo_muba,” ujarnya. Pengrajin sudah menyiapkan 40 lusin masker Gambo Muba. Namun, Thia memastikan pengrajin di Sekayu, Ibu Kota Musi Banyuasin, siap memenuhi kebutuhan pelanggan.

Dana yang terkumpul dari penjualan masker kain sudah disalurkan untuk tenaga medis dan tim penanganan covid-19. Selain itu, dikatakannya hasil penjualan masker kain  Gambo Muba disalurkan kepada warga Kecamatan Sekayu dan sekitarnya dalam bentuk makanan buka puasa dan lainya.

Putri Indonesia 2017, Bunga Jelitha, mengungkapkan kebangaannya terhadap para pengrajin Gambo Muba yang di masa pandemi mendonasikan keuntungan penjualannya untuk disalurkan ke warga terdampak.

Hal senada juga diungkapkan Direktur Charta Politika Yunarto Wijaya. Di akun media sosial, Yunarto mengucapkan terima kasih atas kontribusi dan donasi yang disalurkan dari penjualan masker Gambo Muba.

"Semoga ini dapat menginspirasi pelaku UMKM lainnya, tetap bisa berbuat kebaikan di tengah wabah Covid-19 ini serta tetap mendapatkan penghasilan untuk kelangsungan hidup," kata Yunarto.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT