Hari Pendidikan Nasional, Ini Tips Pembelajaran Jarak Jauh Guru
TEMPO.CO | 03/05/2020 03:45
Ilustrasi guru. shutterstock.com
Ilustrasi guru. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Pendidikan sebagai salah satu sektor yang paling terpengaruh oleh pandemi Covid-19, kini mengalami perubahan yang signifikan terutama dalam adopsi pendidikan digital yang seyogyanya bisa memakan waktu bertahun-tahun. Data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mencatat sebanyak 97,6 persen sekolah sudah melakukan pembelajaran jarak jauh, dengan 46 persennya masih mengharuskan guru memberikan pengajaran dari sekolah dengan siswa berada di rumah.

Keterbatasan akses masih menjadi kendala utama, terutama mendapati kondisi di lapangan, tidak semua siswa memiliki fasilitas memadai di rumah. Guru dan sekolah dituntut untuk mampu beradaptasi dengan berbagai tantangan agar dapat memastikan pembelajaran tetap berlanjut untuk 43,5 juta pelajar Indonesia. Untuk itulah, bertepatan di Hari Pendidikan, Zenius ikut dalam upaya pemberdayaan guru-guru di Indonesia melalui program ‘Zenius untuk Guru’. Sebuah program yang didedikasikan membantu para guru menjalankan perannya sebagai garda pendidikan di masa-masa sulit ini.

Amanda Witdarmono, Chief of Teachers Initiatives Zenius Education mengatakan timnya mencoba memfasilitasi guru di daerah untuk dapat lebih fasih memanfaatkan teknologi dalam proses pengajaran (pedagogi) jarak jauh dan mencoba memberikan jalan keluar bagi mereka yang memiliki keterbatasan akses. "Beberapa inisiatif telah kami lakukan dan kedepannya akan terus kami tingkatkan demi mewujudkan Indonesia Tetap Belajar,” kata Amanda.

Saat kebijakan pembelajaran jarak jauh dicanangkan pemerintah, Zenius dengan sigap membentuk forum komunitas guru, dalam Grup Facebook dan Telegram yang kini memiliki 390 orang anggota yang tersebar di seluruh Indonesia, meliputi Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Nusa Tenggara, dan diharapkan terus bertambah. Para guru dibebaskan bertanya, berbagi mengenai kesulitan yang mereka dapati, dan berdiskusi dengan tim Zenius. Platform ini juga memfasilitasi agar sesama guru dapat memberikan dukungan sosial-emosional satu sama lain, untuk menghadapi tekanan ekstra yang diberikan pada mereka untuk menyampaikan pembelajaran di saat krisis sambil tetap mendukung kebutuhan emosional siswa.

Selain itu, setiap pekannya, Zenius mengadakan sesi live sharing tanya jawab interaktif untuk guru melalui akun YouTube Zenius dan live chat. Akses untuk bergabung dalam komunitas guru ini bersifat terbuka dan gratis. Sesi tersebut membahas berbagai hal termasuk pelatihan mendasar membuat materi, menyusun jadwal, dan panduan menggunakan platform Zenius, yang masih gratis akses dan kuota jika memakai provider Telkomsel, XL, Tri, dan IM3.

Memahami bahwa ketersediaan fasilitas masih belum merata bagi seluruh siswa, Zenius menawarkan materi untuk rencana pembelajaran jangka panjang berbentuk file PDF secara gratis. Guru dapat memakai materi dan latihan soal tersebut untuk dibagikan pada para siswanya dalam kurun waktu beberapa pekan sekali.

Amanda mengatakan fleksibilitas menjadi kunci yang harus dimiliki guru pada masa sulit ini, baik dalam hal jadwal, batas waktu tugas, dan komunikasi dengan siswa. Di sinilah peran guru yang tidak dapat digantikan oleh teknologi. "Apa yang disediakan guru bukan hanya transmisi materi pembelajaran, tetapi perhatian dan komunikasi dalam memfasilitasi kebutuhan siswa sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan, sambil tetap terus juga mengkomunikasikan keamanan dan kesehatan yang perlu dijaga selama masa pandemi ini,” kata Amanda.

Salah satu tantangan besar yang dialami para guru saat pembelajaran jarak jauh ini adalah tentang siswa yang tidak bisa konsentrasi dalam belajar. Saat ini cukup sulit melihat apakah siswa memahami topik-topik pembelajaran dari jarak jauh. "Dalam ‘Zenius untuk Guru’ kami berbagi bagaimana guru dapat mengelola pembelajaran, mulai dari waktu pembelajaran, metode komunikasi dengan siswa dan orang tua siswa, serta diskusi mengenai peluang lain yang bisa guru lakukan selama proses pembelajaran jarak jauh ini, seperti mendalami aspek keterampilan pada kurikulum,” katanya.

Agus Setiawan S.Pd, Guru Matematika kelas 7, 8, dan 9 di SMP Islam Darussalam, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebagai salah satu guru yang sudah mengikuti program ini mengatakan berterimakasih kepada tim Zenius. Dengan platform yang diberikan, ia dapat terhubung dengan guru di berbagai daerah dan saling berbagi informasi model pembelajaran yang cocok di lokasi masing-masing. "Materi yang tersedia lengkap untuk semua tingkatan sekolah, terlebih seminar online dan tips yang dibagikan sangat memperhatikan pedagogi. Sebagai guru, inisiatif yang dilakukan ini membuat kami merasa profesi kami sangat dihargai,” katanya.

Agus juga menekankan bagaimana #GratisTotal dari Zenius sangat membantu guru dan terutama siswa mereka selama pembelajaran jarak jauh ini. “Kami harap inisiatif ini dapat menjangkau rekan-rekan kami di daerah lainnya sehingga mereka juga dapat terbantu seperti kami.” tambahnya.

Program ini tidak hanya membahas seputar pembelajaran jarak jauh, melainkan juga menjadi platform pemberdayaan para guru di Indonesia, tempat berbagi dan diskusi seputar isu pendidikan, dan ilmu pedagogi secara umum. “Masa ini dapat menjadi kesempatan untuk insan pendidikan Indonesia menjadi semakin terberdayakan, kreatif, dan inovatif. Kami berharap bisa menjangkau lebih banyak lagi guru dan membantu meringankan beban mereka, sehingga mereka bisa fokus membantu siswa bisa belajar mandiri,” kata Amanda.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT