Berjemur Juga Berdampak Positif pada Kesehatan Mata
TEMPO.CO | 24/04/2020 04:00
Ilustrasi mata sipit. Shutterstock
Ilustrasi mata sipit. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Isolasi diri dengan berdiam #dirumahaja sudah beberapa pekan berlangsung, guna menekan penyebaran virus corona alias COVID-19 di Indonesia. Bahkan periode pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di DKI Jakarta sudah resmi diperpanjang. Nyaris seluruh aktivitas harus dilakukan di rumah. Orang tua work from home, anak-anak pun mesti belajar daring. Penggunaan piranti digital seperti laptop, tablet dan ponsel semakin meningkat. Coba hitung, berapa jam Anda menatap layar gawai setiap harinya? Apa yang sudah Anda lakukan untuk menjaga mata tetap sehat?

Dokter Spesialis Mata JEC dari Layanan Infeksi dan Imunologi Anna Nur Utami menyampaikan imbauan untuk tetap di rumah selama pandemi corona membuat intensitas menatap monitor elektronik semakin tinggi dengan durasi yang kian lama. "Secara terus menerus, itu bisa berdampak timbulnya computer vision syndrome (CVS), yaitu gangguan pada mata akibat penggunaan piranti berbasis komputer," katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo pada 23 April 2020.

Gejala yang paling sering muncul adalah terjadinya mata kering karena berkurangnya refleks berkedip dan kontras pencahayaan dari monitor yang kerap menyebabkan mata lelah.

Selama pandemi, banyak masyarakat melakukan kegiatan berjemur. Siapa sangka, ternyata anjuran berjemur tak hanya berimbas positif pada kondisi tubuh. Kesehatan mata pun turut terdongkrak. Terlebih, bagi anak-anak yang sedang dalam tahap perkembangan organ mata. Di samping itu, tentu cukupi nutrisi dalam tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi, dan berolahraga secara mencukupi. Imunitas tubuh yang kuat sejalan dengan kesehatan mata yang prima.

Ada tujuh langkah jitu untuk menjaga indra pandang Anda secara mandiri, selagi #dirumahaja:

1.Berjemur untuk Imunitas Tubuh dan Mata Sehat
Berjemurlah secara aman dengan menghindari paparan sinar matahari langsung masuk ke mata. Tidak perlu berlama-lama, cukup 15-30 menit saja di pagi hari, ketika indeks Ultra Violet (UV) berada di angka 3-5.

2. Atur Jarak Pandang
Saat menatap layar, kita cenderung mendekatkan mata ke monitor, atau sebaliknya. "Upayakan mempertahankan jarak pandang yang sehat, yakni minimal 33 centimeter ketika menggunakan ponsel, dan 60 centimeter untuk komputer,” kata Anna.

3. Beri Durasi Tatap Layar
Batasi waktu Anda melihat layar secara disiplin. Ketika fokus melihat monitor dalam waktu yang lama, refleks mata untuk berkedip berkurang. Mata bisa kering dan lelah. Karenanya, maksimal setiap 2 jam, jauhkan mata dari layar selama 15 menit.“Bahkan, bagi anak di bawah usia 16 tahun, mengingat mata mereka sedang dalam masa perkembangan, termin maksimal yang sehat untuk menatap layar hanyalah 2 jam sehari. Itupun durasi akumulasi, tidak 2 jam secara terus menerus,“ kata Anna.

4. Alihkan Pandangan Sejenak
Selain durasi yang displin, pengalihan pandang juga krusial untuk menjaga mata tetap sehat. Terapkan rumus 20-20-20! Setiap 20 menit menatap gawai, palingkan mata Anda selama 20 detik untuk melihat objek berjarak 20 meter.

“Fokuskan mata pada target pandang yang jauh dan warna yang lebih segar, seperti hijau dan biru. #dirumahaja juga bisa kok. Lihat saja pohon atau rumput di halaman, atau pandang birunya langit lewat jendela,” kata Anna.

5. Setel Pencahayaan
Perhatikan pencahayaan ruangan saat Anda menggunakan gawai. Jangan sampai terlalu redup, apalagi menatap ponsel sebelum tidur ketika lampu sudah dimatikan. Mata akan bekerja lebih keras dalam kondisi demikian. Setel pula tingkat kekontrasan layar pada piranti agar mata Anda nyaman.

6. Jaga Kelembapan Mata
Menatap layar secara terus menerus jelas mempengaruhi kelembapan mata. Risiko mata kering pun semakin rentan terjadi. “Agar mata tetap lembap, Anda bisa mengaplikasikan produk air mata buatan yang tanpa pengawet. Namun, untuk lebih amannya, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter spesialis mata, jika keluhan tidak juga membaik setelah diberikan pelembab mata,” kata Anna.

7. Koreksi Kelainan Refraksi
Jika memiliki kelainan refraksi, baik minus, plus, ataupun silinder, sebaiknya gunakan kacamata selama melakukan pekerjaan di depan layar komputer.

Langkah-langkah tersebut juga menjadi bentuk upaya sederhana yang bisa dilakukan setiap orang di rumah guna menjaga kualitas penglihatannya, dan menghindarkan diri dari kebutaan. Apabila terjadi keluhan yang semakin mengganggu, lakukan langkah lebih lanjut berupa konsultasi dengan dokter spesialis mata terpercaya.

Selama periode PSBB dan situasi pandemi korona, JEC Eye Hospitals & Clinics tetap memberikan layanan perawatan mata secara profesional di seluruh cabangnya dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan seluruh pihak.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT