Viral Masker Bedah Disterilkan dan Dipakai Lagi, Cek Faktanya
TEMPO.CO | 22/04/2020 17:27
Ilustrasi anak menggunakan penutup hidung atau masker. shutterstock.com
Ilustrasi anak menggunakan penutup hidung atau masker. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Berita bohong dan hoaks masih saja beredar seputar virus corona. Kali ini ada pesan berantai tentang penggunaan masker sekali pakai yang bisa digunakan kembali asal dilakukan sterilisasi mandiri di rumah.

Rosa Vivien Ratnawati, Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan B3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutananan (KLHK), mengatakan bahwa viralnya beberapa hal terkait Alat Perlindungan Diri (APD) membuat bingung banyak pihak. Ia menyarankan masyarakat agar tidak menelan mentah-mentah informasi tersebut.

“Banyak viral atau hoaks seperti masker sekali pakai harus disetrika atau dipanaskan di rice cooker kalau mau dipakai kembali. Saran saya, kalau memang barangnya sekali pakai harus juga digunakan sekali saja,” katanya dalam Webinar Penanganan Sampah/Limbah Medis Terkait COVID-19 oleh LIPI, Rabu, 22 April 2020.

Vivien menegaskan daripada menggunakan masker sekali pakai atau masker bedah yang bisa digunakan untuk para petugas medis, masyarakat bisa menggunakan masker kain yang memang pasti bisa digunakan kembali dan bisa mengurangi sampah.

“Jadi bisa disosialisasikan untuk menggunakan masker kain supaya sampah tidak menumpuk, masker kain juga bisa dibuat fashionable, seperti saya menggunakan masker batik ini lebih bagus. Ini juga bisa kita buat sendiri sebetulnya,” tuturnya.

Vivien menambahkan selama COVID-19, telah terjadi kenaikan volume limbah medis hingga 30 persen. Adapun, untuk pengelolaan sampah rumah tangga lain ia mengimbau untuk merobek atau memotong atau menggunting masker bagi masyarakat yang masih menggunakan masker sekali pakai untuk menghindari penyalahgunaan. Sampah tersebut dikemas dengan rapi dan dibuang ke tempat sampah.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT