5 Gejala Gangguan Serangan Jantung saat Berlari
TEMPO.CO | 20/04/2020 08:45
Ilustrasi lari (pixabay.com)
Ilustrasi lari (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Olahraga lari sangat baik untuk kesehatan jantung. Salah satu jenis olahraga aerobik ini diyakini dapat memperkuat jantung sehingga mampu memompa lebih banyak oksigen ke seluruh tubuh. Dengan ini, jantung pun dapat bekerja lebih efisien.

Namun, bagi Anda yang memiliki riwayat penyakit jantung, sebaiknya perlu berhati-hati. Pasalnya, pelari yang memiliki riwayat penyakit jantung bisa saja mengalami risiko serangan jantung saat berlari.

Pastikan Anda memperhatikan kondisi tubuh Anda saat berlari. Segera hentikan olahraga dan cari pertolongan medis apabila Anda mengenali gejala gangguan serangan jantung, seperti:

1. Nyeri dada
Salah satu gejala gangguan serangan jantung saat berlari yang paling umum terjadi adalah nyeri dada. Ya, banyak orang yang mengalami nyeri dada secara tiba-tiba sebagai salah satu gejala serangan jantung yang utama. Namun, tak sedikit pula yang mengalami rasa tidak nyaman ringan, tertekan, atau sesak pada area dada.

Nyeri dada dapat menjalar ke bagian lengan, punggung, leher, rahang, atau perut. Selain dada, rasa tidak nyaman atau sakit juga bisa muncul atau menjalar pada lengan, punggung, leher, rahang, atau perut.

Anda bisa pula mengalami rasa tidak nyaman yang berpindah dari satu bagian tubuh ke area tubuh lainnya, seperti dari dada ke rahang, atau leher ke bahu, lengan, atau punggung. Nah, jika kondisi ini yang Anda dalami saat berlari, segera hentikan olahraga dan cari pertolongan medis.

2. Sesak napas
Gejala serangan jantung saat berlari berikutnya adalah sesak napas. Sesak napas dapat terjadi sebelum nyeri dada atau mungkin terjadi begitu saja tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman pada area dada Anda sebelumnya.

3. Denyut jantung berdebar cepat atau tidak teratur
Sensasi denyut jantung berdebar cepat atau tidak teratur juga menjadi salah satu gejala penyakit yang berkaitan dengan jantung. Oleh karena itu, segera cari pertolongan medis apabila Anda merasa denyut jantung tidak teratur saat tengah berolahraga atau berlari.

4. Keringat dingin
Keringat dingin adalah salah satu gejala serangan jantung saat berlari. Kondisi juga dapat disertai dengan rasa mual.

5. Merasa ingin pingsan
Pada gejala yang cukup parah, berolahraga atau berlari dapat membuat Anda merasa lelah, pusing, sehingga merasa ingin pingsan. Jika Anda mengalami gejala serangan jantung saat berlari ini, maka segera hentikan olahraga.

SEHATQ

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT