Menkes Malaysia Imbau Minum Air Hangat untuk Bunuh Corona, Bisa?
TEMPO.CO | 06/04/2020 09:47
ilustrasi minuman panas/ dok. Rika Ekawati
ilustrasi minuman panas/ dok. Rika Ekawati

TEMPO.CO, Jakarta - Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan pernyataan Menteri Kesehatan Malaysia, Datuk Seri Dr Adham Baba. Dalam sebuah tayangan di program televisi RTM, Bicara Naratif, ia menyampaikan minum air hangat bisa membunuh COVID-19.

Melansir dari situs The Star, ia menjelaskan virus tidak tahan dengan suhu panas. Air hangat yang dikonsumsi juga dipercaya dapat mengguyur virus corona ke perut.

“Ketika mencapai perut yang mengandung asam, virus itu mati. Begitulah cara kita menghilangkan virus itu,” katanya.

Namun, terbukti efektifkah pernyataan tersebut? Seorang ahli bedah asal Malaysia yang berbasis di Inggris, Nur Amalina Che Bakri, pun tidak membenarkan.

“Minum segelas air hangat tidak akan membantu virus untuk masuk ke bagian tubuh lebih dalam,” jelasnya.

Sejalan dengan Nur Amalina, ahli epidemiologi klinis di London School of Hygiene dan Tropical Medicine, Kalpana Sabapathy, juga mengatakan belum ada penelitian yang dilakukan untuk mengetahui efektivitas asam pada lambung dalam membunuh virus.

“Tidak ada bukti yang menunjukkan asam di perut dapat membunuh virus,” katanya.

Untuk itu, masyarakat diimbau agar melakukan bentuk pencegahan seperti yang disarankan pemerintah.

“Hal yang benar untuk dilakukan saat ini adalah mempraktikkan kebersihan yang baik, menghindari menyentuh wajah, tinggal di rumah, dan menjaga jarak sosial,” tuturnya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT