Wabah Virus Corona, Berkah buat Tinder berkat -#DiRumahAja
TEMPO.CO | 04/04/2020 09:59
Ilustrasi online dating/ kencan online. Digitaltrends.com
Ilustrasi online dating/ kencan online. Digitaltrends.com

TEMPO.CO, Jakarta - Merebaknya wabah virus corona membawa berkah buat Tinder berkat imabuan #dirumahaja. Aplikasi kencan ini mencatat karantina wilayah membuat perusahaan mengalami lonjakan pengguna. Di Indonesia, layanan ini mencatat kenaikan percakapan 23 persen dan rata-rata durasi percakapan meningkat 19 persen lebih lama.

Elie Seidman, CEO Tinder, mengatakan kini di seluruh dunia semakin banyak pengguna Tinder yang melakukan swipe kanan orang baru. Swipe kanan artinya terdapat kecocokan. Selanjutnya terbuka ruang untuk melakukan percakapan lebih lanjut yang diharapkan menjadi teman kencan.

Seidman menyebut pihak Tinder telah mencatat sejak sejumlah wilayah menerapkan karantina percakapan sehari-hari di seluruh dunia rata-rata meningkat sebesar 20 persen. Selanjutnya durasi percakapan menjadi 25 persen lebih lama.

“Percakapan di Indonesia meningkat dengan rata-rata sebesar 23 persen dan rata-rata durasi percakapan meningkat 19 persen lebih lama,” ujar Seidman.

Selama masa gerakan di rumah saja, penggunaan kata dari para pencari pasangan atau teman adalah menanyakan kabar. Pertanyaan yang paling banyak digunakan seperti menanyakan kabar kawan selama di rumah saja, pesan untuk selalu menjaga kesehatan, jaga jarak, apa kabar, cuci tangan, serta emoji wajah.

“Dan benar, semua orang juga menulis tentang tisu toilet, paling tidak di bio mereka,” kata Seidman.

Selama masa karantina ini, Seidman menyatakan Passport adalah fitur yang paling banyak diminati. Pengguna bisa mencari sebuah kota atau menandai sebuah kota di peta, lalu mulai untuk swipe, matching, dan mengobrol dengan pengguna Tinder di destinasi yang dipilih.

Sampai sekarang, Tinder telah diunduh lebih dari 340 juta kali dan dapat diakses di 190 negara dengan 40 bahasa. Sampai dengan kuartal IV/2019, Tinder memiliki 5,9 pengguna layanan dan menjadi aplikasi nongaming dengan penghasilan tertinggi di dunia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT