Bandara di London dan Dubai Tutup karena Wabah Corona
TEMPO.CO | 28/03/2020 12:14
Bandara Internasional Al Maktoum di Dubai, Uni Emirat Arab. Instagram dubaiairports
Bandara Internasional Al Maktoum di Dubai, Uni Emirat Arab. Instagram dubaiairports

TEMPO.CO, Jakarta - Satu bandara internasional di London, Inggris, dan dua bandara internasional di Dubai, Uni Emirat Arab, tutup karena wabah corona. Bandara London City setop beroperasi pada Rabu malam, 25 Maret 2020 dan diperkirakan kembali dibuka Mei mendatang.

"Kami terus memantau perkembangan situasi," demikian pernyataan resmi pihak bandara seperti dikutip dari laman Independent. "Ini (penutupan bandara London) belum pernah terjadi."

Bandara London City yang terletak 11 kilometer sebelah timur Kota London ini tutup total dari penerbangan komersil maupun pribadi. Upaya ini dilakukan demi melindungi pegawai bandara dan penumpang dari infeksi virus corona. Operator bandara ini adalah anak perusahaan CityFlyer milik British Airways, yang memiliki sekitar 24 rute.

Bandara London City di Inggris. Foto: Wikipedia

Dua rute utama adalah dari dan ke Amerika serta Australia. Rute dari London ke Bandara John F. Kennedy di New York, Amerika Serikat, dan sebaliknya, dilayani dengan pesawat Airbus. Adapun dari London ke Sydney, Australia, dan sebaliknya, singgah dulu di Singapura.

Mengutip Evening Standard, pengelola Bandara London City menawarkan pemerintah untuk memakai bandara dalam kondisi darurat. "Kami ingin membantu semampu kami."

Sama seperti di London, dua bandara internasional di Dubai, yakni Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Al Maktoum telah ditutup sementara untuk menghambat pandemi corona.

Bandara Internasional Dubai [PRESSTV.COM]

Mengutip laporan Business Traveller, penerbangan terakhir dari bandara itu berlangsung pada Selasa malam, 24 Maret 2020. Itu sekaligus menjadi penanda dimulainya larangan penerbangan selama 14 hari untuk masuk maupun keluar Uni Emirat Arab.

Otoritas imigrasi tidak akan menghukum mereka yang memperpanjang visa. Musababnya, mereka dalam situasi 'terjebak' di Uni Emirat Arab selama larangan bepergian dengan pesawat berlaku. Meski begitu, penerbangan darurat tetap dapat dilakukan di dua bandara internasional tadi dalam tempo dua pekan pelarangan.

INDEPENDENT | EVENING STANDARD | BUSINESS TRAVELLER


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT