Covid-19 Melanda, Warga Skotlandia Malah ke Pulau Terpencil
TEMPO.CO | 25/03/2020 19:30
Country side scenery Highland, Skotlandia. Dok. Rahmita Dewi Lubis
Country side scenery Highland, Skotlandia. Dok. Rahmita Dewi Lubis

TEMPO.CO, Jakarta - Skotlandia bernasib seperti Yunani, yang warganya justru ke pulau-pulau terpencil menghindari penyebaran virus corona. Perilaku ceroboh warga, membuat para pejabat Skotlandia memohon warganya agar tetap berada di kota.

Sebagaimana dibertakan The Insider, para pemimpin Skotlandia mendesak warga untuk tidak mengisolasi diri ke pulau-pulau terpencil dan daerah pedesaan, untuk menghindari penyebaran virus corona

Anggota parlemen telah memperingatkan bahwa sejumlah penduduk telah melakukan hal itu, melarikan diri ke dataran tinggi Skotlandia dengan karavan atau mengungsi ke rumah liburan mereka.

Sekretaris pariwisata Skotlandia, Fergus Ewing, memperingatkan bahwa kerumunan warga kota di daerah-daerah terpencil dapat menghancurkan ekonomi lokal, mengganggu layanan perawatan kesehatan, dan pada akhirnya menelan korban jiwa.

"Saya sangat marah dengan perilaku sembrono dan tidak bertanggung jawab dari beberapa orang yang bepergian ke dataran tinggi dan kepulauan. Ini harus dihentikan sekarang," kata Ewing. "Biarkan aku menjadi sangat jelas, orang tidak boleh bepergian ke komunitas pedesaan dan pulau sepenuhnya. Mereka membahayakan kehidupan. Jangan bepergian."

Menteri Pertama Nicola Sturgeon membahas masalah ini dalam pidato hari Minggu, 22 Maret 2020, yang memperingatkan bahwa warga kota yang ke pedesaan atau pulau, akan memberikan tekanan ekstra pada layanan kesehatan pedesaan.

Dia mengatakan, pemerintah telah memerintahkan semua perusahaan feri untuk tidak mengangkut pelancong yang tidak penting ke pulau-pulau.

"Saya ingin beralih ke laporan tentang orang-orang yang berbondong-bondong ke komunitas-komunitas terpencil di Skotlandia. Mungkin naluri manusia yang dapat dimengerti untuk berpikir kita dapat berlari lebih cepat dari virus - tetapi faktanya kita tidak bisa," kata Sturgeon. "Apa yang kita lakukan adalah mengambil risiko membawanya ke tempat yang kita tuju."

Pernyataan Sturgeon ada benarnya. Lebih dari 500 kasus virus corona yang dikonfirmasi di Skotlandia, hanya delapan dberasal di dataran tinggi, menurut BBC.

Suasana kota Edinburgh, Skotlandia, yang padat. Foto: @savstravels_

Pemerintah berharap kasus virus corona di dataran tinggi tetap kecil, karena mereka takut para pelancong akan membawa virus dan menularkan komunitas lokal. Pasalnya, fasilitas medis di pedesaan tidak memiliki sumber daya untuk merawat korban.

Seorang anggota parlemen, Angus MacNeil, mengatakan, fasilitas di pedesaan seperti di negara dunia ketiga: tidak ada ventilator, sedikit oksigen, dan tidak ada tes virus corona.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT