Jeroan Bisa Perkuat Imunitas, Perhatikan Juga Panduan Berikut
TEMPO.CO | 25/03/2020 13:30
Jeroan sapi dimasak di Warung barokah  tempat berjualan  Nase Ramoy, nasi campur dengan olahan dari berbagai jerohan sapi di  jalan Pintu Gerbang,  Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Tempo/Rully Kesuma
Jeroan sapi dimasak di Warung barokah tempat berjualan Nase Ramoy, nasi campur dengan olahan dari berbagai jerohan sapi di jalan Pintu Gerbang, Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Tempo/Rully Kesuma

TEMPO.CO, Jakarta - Virus corona yang mewabah di dunia mengingatkan kita pentingnya memperkuat sistem imunitas tubuh sebab dengan daya tahan yang baik, tubuh pun bisa menghalau segala bakteri penyebab penyakit.

Anda tentu tahu bahwa salah satu aktivitas yang bisa dilakukan untuk meningkatkan imunitas tubuh adalah dengan mengonsumsi makanan tertentu. Makanan yang direkomendasikan termasuk jeroan atau organ dalam hewan, seperti lidah, jantung, hati, usus, babat, dan limpa. Ahli gizi dari Kalbe, Beti Dwi Suryandari, mengatakan jeroan dikenal tinggi selenium.

“Manfaat dari selenium di antaranya berperan penting dalam fungsi sistem kekebalan tubuh, mencegah kerusakan pada jaringan tisu dan sel, dan membantu penyerapan zat antioksidan dalam makanan,” katanya dalam telekonferensi di Jakarta pada Selasa, 24 Maret 2020.

Sayangnya, mengonsumsi jeroan secara berlebihan juga dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk kolesterol hingga asam urat. Beti mengatakan setiap orang wajib memahami porsi dan cara memasak yang dibenar.

Dari segi porsi, setiap orang hanya dibatasi untuk mengonsumsi satu potong sedang atau setara dengan 30 gram jeroan per hari.

“Dengan 30 gram jeroan saja sudah sangat cukup untuk menguatkan imunitas tubuh yang pada akhirnya bisa menjaga dari berbagai masalah kesehatan,” ungkapnya.

Sedangkan untuk teknik pengolahan, Beti mengimbau agar setiap orang menghindari menggoreng atau dibuat kuah berlemak. Sebaliknya, pilihlah rebusan seperti semur atau bacem.

“Digoreng dan dikuah berlemak itu tidak disarankan karena lemak dan minyaknya tinggi sehingga meningkatkan risiko kolesterol. Sedangkan dengan direbus, kandungannya lebih terjaga,” katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT