Jadi Target Sifat Gaslighting? Lakukan Ini untuk Proteksi Diri
TEMPO.CO | 24/03/2020 06:30
Ilustrasi pasangan bulan madu. Unsplash.com/Mahkeo
Ilustrasi pasangan bulan madu. Unsplash.com/Mahkeo

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan yang memiliki sifat gaslighting haruslah diwaspadai. Melansir dari situs Psychology Today, gaslighting adalah suatu masalah kejiwaan yang diindikasikan dengan sikap manipulatif dari pasangan. Hal ini dilakukan untuk menutupi keburukan pelaku melalui permainan pikiran sehingga membuat korban bingung antara benar dan tidak.

Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan unggahan di akun Twitter @jerujiemas. Dalam sebuah tulisan panjang, akun tersebut bercerita soal kasus asmara dari pasangan NC (pria) dan R (wanita). Tulisan yang diunggah pada 18 Maret 2020 itu menceritakan bagaimana sang pria melakukan pelecehan seksual selama dua tahun berpacaran hingga membuat si wanita hamil empat kali. Meski begitu, pihak wanita selalu memilih untuk bungkam.

Kasus tersebut dikatakan menjurus ke arah gaslighting. Dampak gaslighting, pasangan menjadi tidak bisa membedakan mana yang salah dan benar. Sebab sering kali, pelaku tidak ingin disalahkan dan akhirnya membuat korban merasa tergantung secara pemikiran dan perlakuan.

Contoh lain pelaku yang seharusnya salah, justru berbalik memarahi dan mencoba menampik meski hal tersebut benar. Sehingga secara tidak langsung, kepercayaan Anda akan kesalahan yang diperbuatnya pun makin pudar. Alhasil, Anda terus terikat dalam kebohongan yang Anda sendiri yakini.

Jika Anda berada pada kondisi ini, tentu putus bukanlah satu-satunya jalan keluar. Ada beberapa hal yang tetap bisa dilakukan agar Anda bisa melindungi diri dari sikap pasangan gaslighting. Melansir dari situs Psychology Today dan Good Therapy, berikut adalah empat langkah bila memiliki pasangan pemilik sifat gaslighting.

  1. Jangan bertanggung jawab atas tindakannya
    Salah satu sifat dari pelaku gaslighting adalah ketidakmauannya mengakui kesalahan. Sebaliknya, ia akan melemparkan segala tuduhan pada Anda. Jadi sekarang, Anda harus bisa berdiri dan meyakinkan diri tentang apa yang benar dan salah. Jika menurut Anda itu benar, jangan takut untuk menyalahkannya agar ia bertanggung jawab sendiri atas perbuatannya.

  2. Jangan mengorbankan perasaan Anda untuk perasaan mereka
    Sebagai korban gaslighting, Anda harus tahu bahwa secara tidak langsung Anda bisa mengorbankan perasaan Anda untuk si dia. Sebab dalam kesalahan, Anda yang seharusnya mendapat pembenaran justru ditekan untuk melupakan. Jadi ada baiknya jika Anda tidak lagi membela orang yang menghancurkan kesehatan mental Anda. Sebaliknya, mulai perhatikan diri sendiri dengan berbagai hal yang memuaskan hati.

  3. Tidak menerima kesimpulan yang salah
    Cukuplah berdebat dengan si dia. Karena orang dengan gaslighting akan selalu membela diri dalam keadaan apapun dan pada akhirnya masalah selesai dengan kesimpulan yang salah. Sebaiknya, sekarang Anda lebih merujuk pada semua fakta yang ada. Misalnya, beri semua bukti konkrit kesalahannya daripada sekedar adu mulut agar ia sadar.

  4. Prioritaskan keselamatan Anda
    Ada kalanya pelaku gaslighting akan menempatkan Anda pada situasi bahaya dan mengancam. Jika demikian, segera hubungi orang-orang terdekat dan berusahalah menceritakan kejadian yang sesungguhnya. Tidak selalu orang tua, namun sahabat dan kerabat bisa menjadi tempat untuk mencurahkan isi hati. Jika ancaman terlalu berat, menghubungi pihak berwajib pun sangat disarankan.

SARAH ERVINA DARA SIYAHAILATUA | PSYCHOLOGYTODAY | GOODTHERAPY


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT