Air Rebusan Bawang Putih Obat Virus Corona? Cek Faktanya
TEMPO.CO | 21/03/2020 17:29
Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com
Ilustrasi bawang putih. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Begitu banyak informasi yang beredar di Internet sejak wabah virus corona. Ada yang benar, ada pula yang salah. Salah satu informasi yang tersebar luas adalah air bawang putih diklaim mampu menyembuhkan virus corona. 

Informasi bahwa bawang putih dapat menyembuhkan coronavirus disease atau COVID-19 sudah beredar lama. Pemerintah juga telah menyatakan itu tidak benar. Namun, informasi serupa kembali beredar pekan lalu, kali ini air rebusan bawang putih. 

Selama berabad-abad, bawang putih memang digunakan sebagai obat alami dari berbagai macam penyakit. Contoh kecilnya adalah flu dan pilek yang disebabkan oleh virus. Bahkan, bawang putih dipercaya bisa mencegah datangnya berbagai macam penyakit agar tidak menyerang tubuh Anda.

Dalam sebuah studi, sekitar 146 responden yang sehat, diberikan suplemen bawang putih dan plasebo (obat kosong). Hasilnya, partisipan yang mengonsumsi bawang putih berhasil menurunkan risiko penyakit pilek hingga 63 persen.

Selain itu, beberapa studi terdahulu juga menunjukkan, bawang putih memang memiliki sifat antivirus yang bisa melawan datangnya influenza A dan B, HIV, pneumonia yang disebabkan virus, hingga rhinovirus (yang sebabkan pilek).

Walau demikian, masih dibutuhkan studi terbaru untuk bisa membuktikan kemampuan bawang putih sebagai antivirus. Bawang putih memang dikenal memiliki sifat antivirus. Namun, apakah benar air bawang putih bisa menyembuhkan virus corona?

Badan kesehatan dunia, World Health Organization (WHO), menyatakan bahwa informasi tentang bawang putih bisa menyembuhkan virus corona hanyalah mitos belaka.

WHO tidak menyangkal bahwa bawang putih adalah rempah-rempah yang menyehatkan tubuh. Namun WHO menegaskan, tidak ada bukti yang membenarkan bahwa bawang putih bisa menyembuhkan virus corona.

Bahkan, WHO juga mengatakan bahwa mengonsumsi bawang putih tidak bisa menjaga tubuh Anda dari virus corona.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia juga mengatakan hal serupa. Melalui Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Achmad Yurianto, Kementerian Kesehatan, menyatakan bahwa air rebusan bawang putih tidak bisa menyembuhkan virus corona.

Secara ilmiah, menurut Yuri, belum ada obat yang bisa menyembuhkan virus corona. Bahkan, ia juga menegaskan, meminum air rebusan bawang putih tidak akan membawa efek apa pun.

Daripada termakan dengan mitos penyembuhan dan pencegahan virus corona, ada baiknya Anda memahami berbagai cara mencegah virus corona yang sudah terbukti secara ilmiah.

Menurut WHO, beberapa cara mencegah virus corona ini dianggap efektif.

1. Mencuci tangan

Secara rutin, cucilah tangan Anda dengan air mengalir dan sabun, selama 20 detik. Jangan sampai ada area tangan yang terlupakan.

Sebab, mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan sabun berbahan dasar alkohol, terbukti bisa membunuh virus yang ada di tangan.

2. Menerapkan social distancing

 

Social distancing adalah upaya menjaga jarak antara Anda dengan orang lain. Setidaknya, jagalah jarak sekitar 1 meter (3 kaki) dari orang yang sedang sakit atau batuk.

Sebab, ketika seseorang bersin dan batuk, cairan tubuh (droplet) akan tersebar di udara. Siapapun yang berada di dekatnya, bisa menghirup droplet itu.

3. Hindari menyentuh hidung, mulut, dan mata

Mustahil rasanya menerapkan hal yang satu ini, mengingat segala benda dan permukaan yang tersentuh oleh tangan. Jadi, hindarilah menyentuh hidung, mulut, dan mata supaya mengurangi risiko masuknya virus ke dalam tubuh, melalui tangan yang sudah terkontaminasi itu.

4. Jika merasakan gejala sakit, segera datang ke dokter

Virus corona memiliki beberapa gejala umum seperti demam, batuk, dan sakit tenggorokan. Jika beberapa gejala ini Anda rasakan, segeralah datang ke dokter untuk mendapatkan perawatan.

Jangan lupa untuk terus memantau informasi terbaru seputar virus corona. Sebab, penyebaran virus corona sangat cepat, Anda pun juga harus waspada terhadap penyebarannya.

SEHATQ

 

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT