Gemar Lari Jarak Jauh, Banyak Manfaat tapi Kenali juga Risikonya
TEMPO.CO | 23/02/2020 13:59
Ilustrasi lomba lari maraton. (foxnews.com)
Ilustrasi lomba lari maraton. (foxnews.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Anda penggemar olahraga lari? Lari jarak jauh kini tak lagi hanya sekedar olahraga, melainkan sudah menjadi gaya hidup masyarakat urban. Namun perlu diketahui, selain memberikan berbagai manfaat, lari jarak jauh juga menjadi jenis olahraga yang memiliki risiko terhadap kesehatan, lho. Berikut beragam risiko yang perlu dipertimbangkan oleh para pelari jarak jauh, di antaranya:

1. Menyebabkan cedera
Salah satu risiko lari jarak jauh yang umum dialami oleh para pelari adalah cedera, khususnya cedera lutut, patah tulang kaki, kram otot, ketegangan otot, hingga sakit kepala ringan. Agar risiko ini dapat diminimalkan, sebelum melakukan lari jarak jauh disarankan untuk melakukan rangkaian latihan jauh-jauh hari sebelumnya dan pemanasan.

2. Mengalami dehidrasi
Dehidrasi adalah salah satu risiko yang kerap dialami oleh para pelari jarak jauh. Selain kekurangan cairan tubuh, faktor udara yang sangat panas dan lembap juga menjadi penyebab para pelari mengalami dehidrasi. Maka dari itu, penting bagi para pelari untuk tetap terhidrasi dengan baik.

3. Memperbesar risiko penyakit jantung
Meski lari jarak jauh bisa membuat tubuh menjadi lebih bugar dan sehat, nyatanya lari maraton juga dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung. Misalnya, lepasnya bekuan darah atau cardio load. Hal tersebut bisa saja berkaitan dengan peningkatan atau beratnya beban jantung selama Anda melakukan lari jarak jauh.

4. Sistem kekebalan tubuh terganggu
Lari jarak jauh juga dapat berisiko mengganggu sistem kekebalan tubuh. Ketika hormon kortisol dilepaskan untuk mengurangi peradangan, sistem kekebalan tubuh Anda kemudian jadi terganggu. Oleh sebab itu, para pelari jarak jauh disarankan untuk mengonsumsi vitamin C dan mencukupi waktu tidur guna mendukung sistem kekebalan tubuh.

Untuk mendapatkan manfaat lari jarak jauh secara maksimal dan menghindari risikonya, Anda disarankan untuk melakukan serangkaian latihan persiapan dan pemanasan sebelum aktivitas lari dilakukan. Selain itu, selalu ketahui kondisi tubuh sebelum melakukan lari maraton. Jangan memaksakan diri apabila kondisi badan tidak memungkinkan. Sebaiknya, konsultasikan dengan dokter guna mengetahui apakah Anda layak melakukan lari jarak jauh atau tidak guna meminimalkan risiko.

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT