Acara Cosplay Terbesar di Osaka Batal karena Virus Corona
TEMPO.CO | 23/02/2020 10:30
Cosplayers mengenakan kostum fantasi mengikuti konvensi Komik Manga dalam Leipzig International Book Fair di Leipzig, Jerman, 19 Maret 2016. Pameran ini merupakan tempat bertemunya semua penggemar buku komik, manga, cosplay, Jepang dan game dari seluruh d
Cosplayers mengenakan kostum fantasi mengikuti konvensi Komik Manga dalam Leipzig International Book Fair di Leipzig, Jerman, 19 Maret 2016. Pameran ini merupakan tempat bertemunya semua penggemar buku komik, manga, cosplay, Jepang dan game dari seluruh dunia. AP/Jens Meyer

TEMPO.CO, Jakarta - Nipponbashi Street Festa yang berlangsung setiap tahun terpaksa urung diadakan pada Minggu, 15 Maret 2020. Acara Cosplay yang merupakan singkatan dari costume and play ini batal karena khawatir wabah virus corona atau COVID-19.

Mengutip SoraNews 24, saban tahun acara Cosplay tersebut mampu menyedot lebih dari 200 ribu orang ke kawasan Den Den Town. "Kami sangat sedih karena semua orang telah menanti dan ingin hadir sebagai penonton atau peserta cosplay," kata penyelenggara Nipponbashi Street Festa melalui pernyataan resmi.

Panitia meminta agar para penggemar Cosplay memahami situasi darurat yang terjadi saat ini karena virus corona. "Kami juga tidak akan menjadwalkan ulang acara tersebut di tahun ini," tulis penyelenggara.

Seorang panitia dengan mengenakan Cosplayer saat memeriahkan acara Anime Festival Asia di Jakarta Convention Center, Jakarta, (6/9). Festival kartun Jepang ini kembali hadir di Jakarta selama tiga hari mulai 6 hingga 8 September 2013. TEMPO/Nurdiansah

Pemerintah Jepang menemukan peningkatan jumlah kasus virus corona dengan kematian pertama di Prefektur Kanagawa, pekan lalu. Kekhawatiran ihwal virus corona terkait Nipponbashi Street Festa disebabkan dalam acara itu banyak orang berkumpul saling berdekatan dalam waktu yang lama.

Nipponbashi Street Festa juga tidak diadakan di dalam gedung atau tempat konvensi, melainkan di berbagai jalan Den Den Town, sebagai pusat pertemuan terbesar untuk para penggemar anime dan manga. Suasana semacam itu menimbulkan kemungkinan yang lebih besar untuk penularan virus, seandainya ada pengunjung yang datang dalam keadaan terinfeksi.

Kondisi yang menambah kekhawatiran adalah bulan Maret merupakan puncak musim demam serbuk bunga aras (cedar) di Jepang. Hal itu berpotensi memicu alergi sampai demam karena proses penyerbukan. Terlebih stok masker pun sedang minim karena banyak dicari dalam musim tersebut.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT