Korsel Hadapi Virus Corona, 2 Kota Jadi Zona Perawatan Khusus
TEMPO.CO | 21/02/2020 21:36
Seorang warga Daegu mengenakan masker gas saat berjalan-jalan di saat kotanya terpapar wabah virus corona. Foto: @phceya
Seorang warga Daegu mengenakan masker gas saat berjalan-jalan di saat kotanya terpapar wabah virus corona. Foto: @phceya

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Korea Selatan menetapkan Daegu dan Cheongdo sebagai zona perawatan khusus terkait wabah virus corona COVID-19, dikutip dari The Korea Times, Jumat, 21 Februari 2020.

"Peningkatan tiba-tiba dalam laporan kasus yang dikonfirmasi sebagai zona perawatan khusus," kata Perdana Menteri Korea Selatan, Chung Sye-kyun.

Menurut dia, saat ini pemerintah meningkatkan fokus mencegah penyebaran virus corona. "Pemerintah akan mengerahkan semua sumber daya untuk mengatasi virus," ujarnya.

Langkah itu dilakukan pemerintah Korea Selatan setelah menghimpun data terkait penularan virus corona. Korea Selatan telah menerima konfirmasi ihwal kematian pertama pasien COVID-19 di sisi tenggara kota, Cheongdo.

Temuan baru wabah virus corona di Korea Selatan telah melampaui 100 kasus. Kekhawatiran penyebaran telah meningkat ketika muncul kasus virus corona pekan ini di Daegu, kota terbesar keempat yang dihuni 2,4 juta orang. Kemudian, di sekitar Gyeongsang Utara.

Menurut laporan Reuters, berbagai jalan, serta pusat perbelanjaan, bioskop di Daegu telah berkurang aktivitasnya, pada, Kamis, 20 Februari 2020. Wali Kota Daegu, Kwon Young-jin mengimbau warga untuk tinggal di dalam rumah setelah diketahui gejala virus yang menular ketika puluhan orang beribadah di sebuah gereja.

"Kami berada dalam krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Kwon Young-jin.

Ia menambahkan, bahwa semua anggota gereja akan diperiksa kesehatannya. "Kami telah meminta mereka untuk tinggal di rumah yang terisolasi dari keluarga mereka," ucapnya.

Daegu direkomendasikan setidaknya oleh 500 penggunan Booking.com sebagai kota yang cocok untuk tur jalan kaki. Namun akibat wabah virus corona, Daegu menjadi sepi. Foto: @ozaki_donald

Penularan di sebuah gereja itu diketahui ketika kedatangan seorang perempuan berumur 61 tahun yang terinfeksi virus corona. Atau disebut juga sebagai Pasien 31. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan menggambarkan wabah virus corona itu sebagai "peristiwa penyebaran super".

Seorang warga Kim Geun-woo, 28 tahun, kepada Reuters menjelaskan, bahwa sejak penularan itu, suasana kota tak seperti biasanya, "Rasanya seperti ada seseorang yang menjatuhkan bom di tengah kota. Seperti (suasana) zombie apocalypse," katanya mengumpamakan.

THE KOREA TIMES | REUTERS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT