Warga Serbia, Datanglah ke Labuan Bajo
TEMPO.CO | 21/02/2020 22:06
Suasana senja Labuan Bajo yang memikat wisatawan. Dok. Kemenparekraf
Suasana senja Labuan Bajo yang memikat wisatawan. Dok. Kemenparekraf

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah kian gencar mempromosikan pariwisata. Selain untuk menambal lubang yang ditinggalkan para wisatawan Cina, pasar-pasar baru yang menjanjikan terus digarap.  

Kali ini, destinasi superpremium Labuan Bajo yang berada di Nusa Tenggara Timur dipromosikan dalam ajang “42nd International Fair of Tourism” yang berlangsung pada 20-23 Februari 2020 di Beograd, Serbia. 

Kegiatan tersebut merupakan kerja sama antara Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Beograd dengan Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF).
 
Duta Besar RI untuk Serbia dan Montenegro M. Chandra Widya Yudha saat pembukaan International Fair of Tourism di Beograd, Kamis (20/2/2020), menjelaskan kegiatan pameran seperti ini berperan penting untuk strategi KBRI Beograd mempromosikan pariwisata Indonesia di Serbia dan kawasan sekitarnya. 
 
“Berkat berbagai kegiatan promosi yang dilakukan, terlihat ada kenaikan signifikan wisatawan Serbia ke Indonesia sebesar 40 persen dibanding pada 2018. Tercatat wisatawan Serbia ke Indonesia pada 2019 sebanyak 5.600 wisatawan,” katanya. 
 
International Fair of Tourism diadakan setiap tahun dan menghadirkan sekitar 900 exhibitor dan dikunjungi oleh sekitar 65.000 pengunjung. Partisipasi KBRI Beograd pada pameran ini merupakan salah satu program prioritas pada tahun 2020.
 
Dubes Chandra Widya Yudha juga menjelaskan meskipun Bali menjadi destinasi favorit wisatawan Serbia, KBRI Beograd juga mempromosikan destinasi lainnya yaitu Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo, dan Likupang, sebagai lima destinasi superprioritas yang saat ini sedang didorong pembangunan infrastrukturnya.
 
“Labuan Bajo menjadi fokus utama pameran ini dikarenakan akan menjadi tempat penting penyelenggaraan Konferensi G20 dan Konferensi ASEAN,” katanya.
 
Pengunjung “42nd International Fair of Tourism” antusias mendatangi stan Indonesia. Dok. KBRI Serbia/Kemenparekraf
 
Sementara itu Dirut BOPLBF Shana Fatina juga menjelaskan, Labuan Bajo telah ditetapkan Presiden Jokowi sebagai destinasi wisata premium. Yang pengembangan infrastrukturnya ditargetkan selesai pada akhir 2020. 
 
“Event ini menjadi salah satu momentum kita untuk memperkenalkan pariwisata di NTT. Selain Labuan Bajo dan Flores, NTT memiliki potensi pariwisata luar biasa, seperti Sumba dan Daratan Timor. Karena bicara pariwisata ini, kami tidak hanya bicara soal atraksi alam, tetapi juga budaya dan manusianya,” katanya.
 

REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT