4 Saran Djarot untuk Ahok Saat Mencari Istri di Penjara
TEMPO.CO | 18/02/2020 21:32
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan saat menghadiri peluncuran bukunya dalam acara ngobrol@Tempo di kantor Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, 17 Februari 2020. Basuki menulis buku ini saat mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob pada Mei 2017
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memberikan keterangan saat menghadiri peluncuran bukunya dalam acara ngobrol@Tempo di kantor Redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, 17 Februari 2020. Basuki menulis buku ini saat mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob pada Mei 2017 sampai Januari 2019 akibat perkara penistaan agama. TEMPO/Gunawan Wicaksono

TEMPO.CO, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengaku tidak merasa menerima sial saat menjalani hukuman selama di penjara. "Gue enggak sial dari penjara, gue bawa cuan (untung). Bawa istri, duit, baju,” kata Ahok kepada Majalah Tempo pada Rabu 12 Febaruari 2020.

Ahok banyak menulis buku saat di penjara ia menghitung sedikitnya memperoleh Rp 19 miliar dari usaha menjual buku untuk membiayai kehidupan sehari-hari dan operasional beberapa pegawainya.

Di penghujung masa tahanan, Basuki pun berjodoh dengan Puput Nastiti Devi, anggota polisi wanita yang kini menjadi istrinya. Sebelumnya, Basuki menikah dengan Veronica Tan sejak 1997 dan resmi bercerai pada April 2018. Melalui seorang teman dekatnya, Veronica menolak berkomentar mengenai hubungannya dengan Ahok setelah berpisah.

Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghadiri peluncuran buku Basuki Tjahaja Purnama dalam acara ngobrol@Tempo di kantor redaksi Tempo, Palmerah, Jakarta, 17 Februari 2020. Buku yang diluncurkan Ahok itu merupakan cerita saat ia mendekam di Rumah Tahanan Mako Brimob pada Mei 2017 sampai Januari 2019 akibat perkara penistaan agama. TEMPO/Gunawan Wicaksono

Ihwal perkawinannya dengan Puput, Ahok menyebut hal itu bermula dari diskusi dengan Djarot Saiful Hidayat. Versi Djarot, ia bertukar pikiran dengan Ahok soal kriteria calon istri. "Ia (Ahok) bertanya 'mas, kalau cari istri itu bagaimana?'," kata Djarot pada peluncuran buku Ahok berjudul 'Panggil Saya BTP' pada Senin, 17 Februari 2020 di Gedung Tempo.

Djarot pun mengaku sempat kaget ketika mengetahui Ahok tidak pernah pacaran sebelumnya. Mantan Wali Kota Blitar itu menyebutkan 4 kriteria utama yang lebih baik dipilih Ahok untuk mencari calon istri. Pertama adalah asalnya dari Jawa. "Kalau bisa Jawa Timur. Karena orang Jawa Timur itu terbuka orangnya," katanya.

Syarat selanjutnya, kata Djarot, gadis itu sebaiknya tidak usah memiliki banyak saudara. "Dua bersaudara saja cukup," kata Djarot.

Lalu syarat ketiga tidak usah terlalu kaya. Menurut Djarot, bila si wanita sudah berasal dari keluarga kaya raya, kemungkinan ia akan sulit untuk diajak berjuang dari bawah. "Dari keluarga sedang-sedang sajalah," katanya.

Kemudian, dari segi mertua, Djarot mengatakan sebaiknya mencari mertua calon istri yang tidak terlalu tua. Menurutnya, di kebudayaan Jawa, ketika menikahi perempuan, orang tua perempuan itu akan ikut ditanggung dalam keluarga si anak yang menikah. "(mertua) yang muda juga baik. Nanti kalau (mertua) sakit, susah itu," kata Djarot.

Setelah memberikan berbagai wejangan itu, Djarot pun terkejut ketika Ahok benar-benar menjadikan diskusi itu sebagai kriteria Ahok mencari istri.

Suatu ketika Djarot mengunjungi Ahok di Rumah Tahanan Brimob, Puput masuk ke ruangan pertemuan untuk membawakan minuman. Sambil berkelakar, Djarot kepada Ahok mengatakan, “Mas ini juga mau sama kamu, kok.” Puput tersipu malu, lalu keluar ruangan.

Menurut Djarot, Ahok mengingat berbagai kriteria istri itu dan belakangan mereka baru mengetahui bahwa Puput cocok dengan kriteria calon istri yang dicari Ahok sebagaimana yang dianjurkan Djarot. Menikah pada Februari 2019, sekitar sebulan setelah keluar dari penjara, Ahok dan Puput kini telah memiliki seorang anak laki-laki.

MAJALAH TEMPO


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT