Setahun Lebih Pascagempa, Kunjungan Turis ke Lombok Masih Rendah
TEMPO.CO | 06/02/2020 21:51
Sejumlah wisatawan asing duduk di salah satu restoran di Pantai Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin, 26 November 2018. Kawasan wisata ini sempat sepi wisatawan setelah terdampak gempa Lombok pada bulan Juli lalu. ANTARA/Ahma
Sejumlah wisatawan asing duduk di salah satu restoran di Pantai Gili Trawangan, Desa Gili Indah, Tanjung, Lombok Utara, NTB, Senin, 26 November 2018. Kawasan wisata ini sempat sepi wisatawan setelah terdampak gempa Lombok pada bulan Juli lalu. ANTARA/Ahmad Subaidi

TEMPO.CO, Mataram - Setelah musibah gempa bumi yang melanda Lombok -- terutama Kabupaten Lombok Utara -- wisatawan mancanegara (wisman) yang datang langsung ke Nusa Tenggara Barat (NTB) masih rendah.

Mereka wisman yang datang, umumnya menggunakan pesawat udara melalui penerbangan international dari Singapura, Kuala Lumpur, dan Perth Australia Barat. Jumlah wisman yang tercatat selama tahun 2019 hanya 57.821 orang.

Badan Pusat Statistik (BPS) NTB merilis angka kedatangan wisman di NTB. Pada 2017 angka kunjungan wisman mencapai 122.989 orang. Namun setelah terjadi gempa berturut-turut pada 29 Juli sampai 19 Agustus 2018, kunjungan wisman menurun. Jika pada tahun 2017 angka kedatangan langsung wisatawan 122.989 orang, pada tahun 2018 turun menjadi 78.930 orang.

Menurut Kepala BPS NTB Suntono, jika semula angka kunjungan wisatawan mancanegara per bulan sebelum adanya gempa Juli 2018 jumlahnya mencapai 13.980 orang. Tapi langsung anjlok pada bulan Agustus 2018 menjadi 4.308 orang. "Semakin turun hingga akhir tahun," kata Suntono. Bulan November 2018 menukik ke angka 2.306 orang dan hanya libur akhir tahun Desember 2018 sempat naik menjadi 3.151 orang.

Melihat tahun 2018, angka kunjungan langsung ke NTB dari negara-negara ASEAN masih bisa mencapai 47.126 orang, 36.765 orang di antaranya berasal dari Malaysia. Sementara pada 2019 lalu, dari ASEAN hanya 16.157 orang, 11.912 orang di antaranya adalah wisman Malaysia.

Akomodasi 

Untuk penginapan, wisatawan yang menginap di hotel bintang dan non bintang selama 2019, versi BPS NTB hanya 2.074.707 orang. Mereka yang menginap di hotel bintang 715.367 orang atau 34,48 persen dan yang menginap di hotel non bintang 1.359.340 orang.

Jika dirinci, yang menginap di hotel bintang wisatawan dalam negeri 530.290 orang dan luar negeri 185.077 orang. Adapun yang menginap di hotel non bintang asal dalam negeri 1.194.681 orang dan asal luar negeri 164.659 orang.

Mengutip tingkat penghunian kamar (TPK) hotel bintang pada bulan Desember 2019 mengalami kenaikan dibandingkan bulan November 2019 sebesar 2,48 poin. TPK bulan Desember 2019  sebesar 47,79 persen, sedangkan TPK hotel bintang bulan November 2019 sebesar 45,31 persen. Jika dibandingkan dengan TPK hotel bintang bulan Desember 2018 mengalami kenaikan sebesar 7,26 poin.

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu hotel bintang pada bulan Desember 2019 tercatat 2,05 hari. Ini mengalami kenaikan sebesar 0,12 hari dibandingkan dengan RLM bulan November 2019 sebesar 1,93 hari.

Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang pada bulan Desember 2019 tercatat 78.718 orang yang terdiri dari 62.677 orang wisatawan nusantara (79,62  persen) dan 16.014 orang wisman  (20,32 persen).

Gili Air disukai wisatawan yang berkeluarga karena suasananya lebih tenang. TEMPO/Supriyantho Khafid

TPK Hotel Non Bintang pada bulan Desember 2019 sebesar 31,12 persen mengalami kenaikan sebesar  2,49 poin dibanding bulan November 2019 dengan TPK sebesar 28,63 persen. Jika  dibandingkan dengan bulan Desember 2018 mengalami kenaikan sebesar 7,11  poin dari 24,01 persen.

Rata-rata lama menginap (RLM) tamu di Hotel Non Bintang pada bulan Desember 2019 sebesar 1,47 hari, mengalami penurunan 0,13 hari dibandingkan dengan RLM bulan November 2019 sebesar 1,60 hari. 

SUPRIYANTHO KHAFID


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT