Meski Brexit, Wisatawan Inggris Masih Bebas Keliling Eropa
TEMPO.CO | 01/02/2020 22:11
Puluhan warga mengibarkan bendera Inggris setelah resmi keluar dari Uni Eropa di Lapangan Parlemen di London, 31 Januari 2020. REUTERS
Puluhan warga mengibarkan bendera Inggris setelah resmi keluar dari Uni Eropa di Lapangan Parlemen di London, 31 Januari 2020. REUTERS

TEMPO.CO, Jakarta - Perdebatan Inggris tetap bergabung dalam Uni Eropa (UE) atau tidak akhirnya selesai pada 31 Januari 2020. Inggris akhirnya, Brexit – British Exit! Setelah berdebat selama tiga tahun. Namun setidaknya, tak ada yang berubah dalam setahun ke depan.

Mulai 1 Februari 2020, warga negara Inggris tidak akan lagi menjadi bagian dari UE. Tetapi mereka dapat traveling bebas visa di dalam wilayah Schengen hingga 90 hari selama periode 180 hari, menurut Parlemen Eropa. Wilayah Schengen meliputi sebagian besar Eropa Barat dan tidak memiliki perbatasan aktif antara masing-masing negara.

Wilayah Schengen meliputi Jerman, Belanda, Yunani, Hungaria, Italia, Islandia, Perancis, Republik Ceko, Austria, Estonia, Finlandia, Luxemburg, Norwegia, Slovakia, Slovenia, Latvia, Spanyol, Lithuania, Polandia, Swiss, Denmark, Swedia, Malta, Belgia dan Portugal.

Inggris pertama kali memilih untuk meninggalkan UE pada Juni 2016, dan aturan perjalanan disepakati pada April 2019. Tetapi semuanya akan tetap sama hingga Desember 2020, "Anda tidak akan memerlukan visa atau enam bulan tersisa di paspor Anda atau bukti tiket kembali," kata Tom Jenkins, kepala eksekutif Asosiasi Pariwisata Eropa, mengatakan kepada CNN.

Namun, pada 1 Februari 2021, Inggris dan UE bisa memulai negosiasi untuk perjanjian pada masa depan – soal pelintas batas Inggris. Demikian pula, selama masa transisi tahun ini, warga negara Inggris masih akan dapat menggunakan Kartu Asuransi Kesehatan Eropa sampai 2021.

Selain itu, Inggris diatur untuk menjadi bagian dari Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa ( ETIAS ), yang memungkinkan warga negara Inggris untuk bepergian ke Wilayah Schengen tanpa visa dengan membayar €7 -- kecuali Irlandia.

Menurut BBC , Inggris dan UE telah sepakat bahwa seharusnya tidak ada pemeriksaan atau kontrol baru atas barang antara Irlandia dan Irlandia Utara. "Brexit tidak berpengaruh di Irlandia, ide Brexit memang tak disambut hangat di wilayah itu," kata Niall Gibbons, CEO Tourism Ireland.

Seorang wanita mengibarkan bendera setelah Inggris resmi keluar dari Uni Eropa di Lapangan Parlemen di London, 31 Januari 2020. Inggris adalah negara pertama yang menarik diri dari Uni Eropa dalam sejarahnya. REUTERS

Selain perjalanan wisata, Inggris dan Uni Eropa telah bersepakat dalam perdagangan, perjanjian tentang hukum keamanan dan imigrasi. Sampai Desember 2020, Inggris akan tetap menjadi bagian dari pasar tunggal. Keputusan politik itu dikomentari sedih oleh warga Inggris. Mereka menyebut lebih baik jadi internasionalis ketimbang menjadi isolasionis.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT