Dampak Wabah Virus Corona, Ratusan Turis Cina Batal Kunjungi Solo
TEMPO.CO | 26/01/2020 16:27
Warga memadati kawasan Pasar Gede yang dihiasi dengan lampion di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 16 Januari 2020. Panitia Imlek Solo memasang ribuan lampion di kawasan Pasar Gede untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek sekaligus menjadi daya tarik wisatawan berkunju
Warga memadati kawasan Pasar Gede yang dihiasi dengan lampion di Solo, Jawa Tengah, Kamis, 16 Januari 2020. Panitia Imlek Solo memasang ribuan lampion di kawasan Pasar Gede untuk memeriahkan Tahun Baru Imlek sekaligus menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kota Solo. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Ratusan turis asal Cina membatalkan rencana kunjungan wisata ke Kota Solo, akibat mewabahnya virus corona di negara mereka. Pelaku jasa wisata berharap agar wabah yang menjadi ancaman dunia itu segera mereda.

Selama ini, serombongan turis asal Kota Kunming, Cina, tiba di Solo dengan mencarter pesawat tiap pekan. Mereka dibawa oleh travel agent PT Cahaya Matahari Rembulan, yang cukup aktif menjual paket wisata Indonesia ke negeri tirai bambu itu.

Direktur PT Cahaya Matahari Rembulan, Pupun Pantiana Gunmantono mengatakan pihaknya harus menghentikan penjualan paket wisata kepada turis asal Cina untuk sementara waktu, "Hingga batas waktu yang belum ditentukan," katanya, Ahad 26 Januari 2020.

Menurutnya, pemerintahan setempat memang melarang penerbangan dari Cina ke luar negeri. Hal itu membuatnya harus melakukan pembatalan keberangkatan dan melakukan refund kepada pelanggannya di Cina.

Pekan lalu, pihaknya masih mendatangkan turis asal Cina yang mendarat di Bandara Adi Sumarmo Solo menggunakan pesawat carter. "Itu rombongan terakhir kami," katanya. Selanjutnya, dia baru akan membawa turis lagi ke Solo jika wabah telah mereda.

Menurut Pupun, wabah Virus Corona terjadi saat geliat pariwisata tengah bergairah. "Kami harus melakukan revisi terhadap beberapa rencana bisnis yang telah dibuat," katanya.

Sebelum wabah mencuat, pihaknya tengah gencar mempromosikan wisata Kota Solo ke sejumlah daerah di Cina. "Kami menargetkan bisa membawa turis Cina sebanyak tujuh pesawat tiap pekan pada Juni mendatang," katanya. Dia khawatir dampak wabah ini membuat targetnya meleset.

Meski demikian, dia yakin bahwa pemerintahan Cina mampu segera mengatasi masalah itu. "Kami melihat bahwa mereka merupakan negara yang memiliki kemampuan besar," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Wakil Ketua Asociation of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Jawa Tengah Daryono juga menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, Cina merupakan pasar baru yang potensial untuk paket wisata Solo.

Abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengarak gunungan menuju Masjid Agung pada perayaan Grebeg Sekaten 2019 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu 9 November 2019. Atraksi budaya keraton dan keunikan kota Solo menarik minat wisatawan Cina. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

"Travel agent mampu membawa turis secara rutin satu pesawat tiap pekan," katanya. Bahkan, mereka sanggup menyewa pesawat carter lantaran hingga kini belum ada penerbangan reguler dari Kota Kunming Cina menuju Solo.

Dia juga berharap agar wabah Virus Corona itu segera teratasi. Sebab, pariwisata menjadi salah satu sektor yang paling terdampak dari kejadian tersebut.

AHMAD RAFIQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT