Asik, Sekarang Urus Paspor Bisa Lewat WhatsApp
TEMPO.CO | 16/01/2020 22:51
Ilustrasi paspor. shutterstock.com
Ilustrasi paspor. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Mengurus paspor kian pendek saja antreannya dan kian cepat. Tapi, inovasi diluncurkan lagi oleh Kantor Keimigrasian agar mengurus parpor kian nyaman dan mudah. Kantor Keimigrasian berinisiatif membuat pengurusan paspor menjadi lebih sederhana - mulai dari informasi hingga permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Jakarta Pusat lewat WhatsApp SIGAP. Program ini diluncurkan pada 2019.

"Sebagai institusi yang mengemban fungsi pelayanan publik, kami terus berupaya memanfaatkan teknologi dan menanamkan pola pikir yang berpusat pada konsumen. Serta terus berinovasi dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujar Kasubbag Humas Direktorat Jenderal Imigrasi Sam Fernando, sebagaimana dinukil dari ANTARA.

Pengguna cukup mengirimkan pesan teks ke WhatsApp SIGAP pada nomor +628118539333. Setelah itu, pemohon akan mendapatkan balasan pesan berisi beberapa layanan menu informasi yang ingin diketahui. Beberapa fitur yang ditawarkan berupa pengecekan status permohonan paspor, mengetahui tata cara pembayaran, dan persyaratan permohonan paspor.

Lebih lanjut, pengguna bisa mengetahui tata cara antrian pengambilan paspor, atau sekadar menyampaikan apresiasi dan komentar dengan mudah. Sebelumnya, Ditjen Imigrasi juga telah menggunakan WhatsApp untuk mengurangi antrean di tempat. WhatsApp dinilai mampu memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi penggunanya.

Enkripsi ujung-ke-ujung (end-to-end encryption) WhatsApp memastikan bahwa hanya pengguna dan orang yang berkomunikasi dengan pengguna sajalah, yang dapat membaca pesan yang telah dikirim. Dan tidak ada orang lain di antara pengguna, bahkan WhatsApp.

Sejumlah Warga Negara Asing (WNA) melintasi antrean masyarakat untuk pembuatan Paspor pada festival Imigrasi di Lapangan Monas, Jakarta Pusat, 21 Januari 2018. Tempo/Fakhri Hermansyah

Pesan diamankan dengan kunci, dan hanya penerima pesan dan pengguna saja yang memiliki sandi/kode khusus yang diperlukan untuk membuka kunci dan membaca pesan itu. Untuk keamanan tambahan, setiap pesan yang dikirim memiliki kunci yang unik.

Semua hal ini terjadi secara otomatis, pengguna tak perlu mengaktifkan pengaturan tertentu atau menyiapkan bahasa chatt rahasia untuk mengamankan pesan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT