Tahun Baru, Waktunya Memperbaiki yang Salah di 2019
TEMPO.CO | 01/01/2020 19:52
Ilustrasi wanita pekerja. shutterstock.com
Ilustrasi wanita pekerja. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Tahun baru bisa menjadi langkah awal untuk memperbaiki kesalahan di masa lampau. Tapi, Anda tak harus terlalu keras pada diri sendiri.

Ada beberapa cara sederhana untuk menjadi lebih baik pada diri sendiri selama 2020. Berikut di antaranya.

Perbanyak waktu untuk diri sendiri
Pakar mengatakan sejenak menyendiri bisa bermanfaat untuk kehidupan sosial, meningkatkan kreativitas dan percaya diri, membantu mengatur emosi, sehingga Anda bisa berhadapan dengan situasi yang tak mengenakkan. Mengetahui kapan butuh menyendiri untuk merefleksikan diri bisa membantu mengatasi emosi dan pengalaman negatif, seperti stres dan kelelahan, kata psikoterapis Emily Roberts, seperti dilansir New York Times.

Sempatkan waktu untuk tidak melakukan apa-apa
Berlari dari satu tempat ke tempat lain dan mengerjakan rentetan tugas kini menjadi cara untuk mengomunikasikan status, saya sangat sibuk karena saya sangat penting. Mungkin ini waktu yang tepat untuk menghentikan kesibukan itu. Cobalah menyempatkan waktu untuk tidak melakukan apa-apa. Beristirahat adalah cara untuk menyiapkan bahan bakar dalam melakukan hal produktif ke depan.

Perbanyak teman, walau tidak akrab
Perbanyak kenalan walau hubungan tak terlalu akrab, misalnya orang tua anak-anak lain di sekolah, tetangga, atau pramusaji favorit. Sosiolog Mark Granovetter mengatakan hubungan seperti ini bisa mempengaruhi prospek pekerjaan, juga memberi dampak positif karena membuat kita merasa lebih terhubung dengan kelompok sosial lain. Ini juga membuat orang merasa tidak terlalu kesepian. Semakin banyak kenalan membuat orang punya rasa memiliki dalam sebuah komunitas.

Belajar menikmati hal saat terasa menyenangkan
Khawatir tentang hal-hal buruk hanya akan mencuri rasa bahagia. Dalam sebuah jurnal yang meneliti kelebihan dan kekurangan dari ekspektasi negatif, peneliti menemukan bahwa siswa yang memperkirakan akan dapat nilai buruk saat ujian merasa tak gembira beberapa hari sebelum nilai keluar. Yang lebih parah, stres tidak menghapus kekecewaan saat mereka mendapat hasilnya. Salah satu alasan orang khawatir adalah karena mereka menganggap kekhawatiran bisamembantu. Tapi, sebenarnya kita perlu menerima bahwa kita tidak bisa sempurna mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan.

Nikmati guilty pleasure
Film, serial TV yang disukai, walau kita tahu kualitasnya tak bagus. Buku yang dicela orang tapi menarik perhatian. Jika itu guilty pleasure Anda, nikmati saja tanpa harus peduli apa kata orang.

"Saat beristirahat, kita berpikir harus menggunakan waktu itu secara produktif," kata Dr. Kristine Neff, profesor di Departemen Psikologi Pendidikan di Universitas Texas di Austin, Amerika Serikat. Walau, "Itu mungkin baik untuk bertahan hidup," kata Neff, terus-menerus seperti itu tak baik untuk kebahagiaan.

Beristirahat dan menikmati sesuatu yang tak butuh banyak tenaga dan pikiran bisa membuat kita lebih pandai dalam menghadapi hal-hal pemicu stres, juga menjalin hubungan positif dengan orang lain.

Belajar menerima pujian
Ketika mencapai sebuah prestasi, kadang kita malu untuk merayakannya karena tak mau terlihat arogan. Tapi, memuji diri sendiri atas pencapaian bisa mendorong Anda merasa lebih baik dan membantu untuk lebih berprestasi. Ubah penyesalan jadi perbaikan diri. Pakar mengatakan orang yang menemukan hikmah dari penyesalan bisa berpikir lebih jernih.

Neal Roese, profesor pemasaran di Kellogg School of Management Northwestern University, mengatakan penyesalan bisa menciptakan sinyal bahwa ada perbaikan yang bisa diterapkan. Caranya, ambil pelajaran yang bisa bermanfaat untuk masa depan.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT