Baim Wong Kehadiran Anak Pertama, Awas Baby Blues pada Ayah
TEMPO.CO | 29/12/2019 13:10
Paula Verhoeven dan Baim Wong. Instagram.com/@dierabachir
Paula Verhoeven dan Baim Wong. Instagram.com/@dierabachir

TEMPO.CO, Jakarta - Aktor Baim Wong sedang berbahagia. Ia mengaku tak kuasa menahan air mata ketika menyambut momen kelahiran anak pertamanya. Tangisnya pecah ketika melihat anaknya lahir dengan selamat dengan berat 3,5 kg dan panjang 50 cm. "Pas dengar tangisan dia, saya nangis. Paula juga nangis dari awal. Apalagi pas melihat bayinya sehat. Itu pas bayinya dipijit dokter saya nangis," kata Baim menyambut si kecil Kiano Tiger Wong.

Selain itu, Baim menambahkan momen pertama kali menyentuh sang buah hati juga sangat berkesan baginya. "Skin to skin buat saya yang agak mengharukan, karena ini hubungan skin to skin, Paula lihat saya nangis. Jadinya terharu juga saya," kata suami Paula Verhoeven ini.

Di balik euforia saat bayi lahir dan pasangan suami istri mengemban tugas baru sebagai ayah dan ibu, ada perubahan yang begitu signifikan. Baby blues syndrome atau postpartum depression kerap terjadi pada ibu. Namun ternyata, baby blues syndrome pada ayah juga sangat mungkin terjadi.

Memang benar ibu adalah individu yang paling merasakan perubahan sejak masa kehamilan hingga persalinan. Hormon fluktuatif, tubuh berubah bentuk, merasakan kontraksi saat melahirkan, hingga berjuang menyusui bayi tak semudah kelihatannya. Di satu sisi, sang suami atau ayah juga memiliki beban yang sama. Meski tak merasakan semua perubahan fisik, ada perubahan mental yang sangat dirasakannya. Belum lagi, ayah juga menjadi tempat ibu berkeluh kesah dan dituntut untuk bisa menenangkannya.

Tapi, bagaimana dengan perasaan ayah sendiri? Kepada siapa ayah bisa berkeluh kesah?

Sebuah riset dari Center for Men’s Excellence di San Diego yang menyebut bahwa setidaknya 10 persen laki-laki merasakan baby blues syndrome pada ayah. Bahkan 18 persen lainnya merasakan rasa cemas berlebih ketika menjadi ayah. Namun sayangnya, dunia medis dan psikologi belum fokus terhadap kondisi ini. Selama ini, yang diberi sorotan masih baby blues atau postpartum depression yang dialami sang ibu.

Ada banyak faktor yang memicu baby blues syndrome pada ayah, di antaranya:

1. Peran baru
Perubahan peran baru seorang laki-laki bisa dirasakannya sejak pertama kali istrinya dinyatakan hamil. Ada beban dan tanggung jawab baru yang mungkin membayangi seorang laki-laki demi memastikan istri dan anaknya kelak hidup dengan layak.

2. Kualitas tidur menurun
Saat bayi baru lahir, siklus terjaga dan tidurnya masih terbalik. Artinya, bayi kerap terjaga – bahkan menangis – di malam hari. Perubahan jam tidur ini rentan membuat seorang ayah kesulitan mengatur waktu antara istirahat dan kapan harus terjaga.

3. Kelelahan
Akibat kurang tidur, sangat mungkin ayah mengalami kelelahan. Belum lagi saat pagi tiba, ia harus sudah kembali berangkat bekerja dan fokus pada hal lain. Pada orangtua baru, sangat mungkin pembagian tugas belum berlangsung dengan optimal sehingga menyebabkan kelabakan.

4. Konflik dengan pasangan
Masih dalam rangka adaptasi, sangat mungkin orangtua baru mengalami konflik dengan pasangan untuk urusan pembagian tugas mengurus bayi. Hal ini bisa memicu stres dan membebani perasaan seorang laki-laki, apakah ia seorang ayah yang baik atau tidak.

5. Beban finansial
Dengan stigma bahwa ayah bertanggung jawab mencari nafkah, bertambahnya kebutuhan finansial juga menjadi pemicu terjadinya baby blues syndrome pada ayah.

Tentu saja kita berdoa agar Baim Wong tidak usah mengalami syndrome Baby Blues.

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT