Kenali Gejala Awal Kanker Ginjal seperti yang Diidap Vidi Aldiano
TEMPO.CO | 17/12/2019 21:35
Vidi Aldiano mengunggah fotonya seusai tampil di Guangzhou, Cina, 8 November 2019 lalu. Hingga beberapa hari sebelum operasi pengangkatan kanker ginjalnya, Vidi masih menyempatkan diri menyanyi di sebuah pesta di Singapura. Instagram/@Vidialdiano
Vidi Aldiano mengunggah fotonya seusai tampil di Guangzhou, Cina, 8 November 2019 lalu. Hingga beberapa hari sebelum operasi pengangkatan kanker ginjalnya, Vidi masih menyempatkan diri menyanyi di sebuah pesta di Singapura. Instagram/@Vidialdiano

TEMPO.CO, Jakarta - Penyanyi Vidi Aldiano mengumumkan dirinya mengidap kanker ginjal melalui video pada akun Instagram pribadi, pekan lalu. Vidi bercerita awalnya didiagnosa memiliki kista di ginjal, namun belakangan diketahui itu adalah kanker ginjal. Vidi menjalani operasi pengangkatan kanker di sebuah rumah sakit di Singapura.

Pakar yang juga Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam mengemukakan kanker ginjal seperti yang diidap oleh Vidi memang sulit dideteksi namun masih bisa dikenali beberapa gejala awalnya untuk meningkatkan kewaspadaan. Ia mengatakan kondisi awal adanya kanker ginjal tidak jelas seperti penyakit kanker lain.

"Jenis terbanyak pada kanker ginjal adalah adenokarsinoma, yang berkembang pada parenkim ginjal, sering disebut sebagai kanker sel ginjal. Sama seperti pada kanker usus yang umumnya juga berasal dari adenokarsinoma," katanya.

Dia mengatakan orang dengan kanker ginjal bisa saja mengeluarkan urine yang keruh. Jika dilakukan pemeriksaan, pada urine akan terdapat sel darah merah atau eritrosit pada urin orang tersebut. Namun, ia mengatakan urine yang keruh tidak selalu karena kanker ginjal.

Akibat adanya darah pada urine, pasien juga bisa mengalami pucat atau anemis. Pemeriksaan laboratorium bisa menemukan adanya hemoglobin yang turun di bawah nilai normal. Ia mengatakan orang yang terkena kanker ginjal juga merasakan sakit pada pinggang atau bahkan merasakan ada benjolan pada perut tengah kanan atau kiri.

Pemeriksaan fisik dokter akan menduga bahwa telah terjadi pembengkakan pada ginjal. Pemeriksaan USG (ultrasonografi) abdomen akan menemukan adanya tumor pada ginjal. Jika dilakukan pemeriksaan lebih rinci menggunakan CT scan (pemeriksaan medis yang menggunakan teknologi sinar X), abdomen akan lebih mengarahkan adanya kanker ginjal atau bahkan penyebaran yang sudah terjadi.

Ari mengatakan pasien kanker ginjal sama seperti halnya pasien kanker lain, pada umumnya mengalami penurunan berat badan, lemas, dan nafsu makan berkurang.

"Pasien yang diduga adanya tumor ginjal bisa ditemukan oleh dokter umum atau dokter spesialis penyakit dalam. Apabila hasil pemeriksaan sudah mengarah ke tumor ginjal, pasien dikirim ke dokter urologi, yang akan melakukan tatalaksana tumor ginjal lebih lanjut, termasuk pengangkatan ginjal jika memang sudah diduga adanya kanker ginjal," katanya.

Ia menjelaskan sejak 2005 hingga saat ini, dokter onkologi urologi Indonesia sudah terbiasa untuk melakukan pengangkatan seluruh ginjal atau sebagian ginjal, salah satunya karena tumor ginjal, dengan menggunakan teknik laparaskopi. Teknik tersebut merupakan tindakan yang tidak perlu membuat luka operasi yang besar.

Diingatkannya bahwa beberapa faktor risiko yang tercatat berhubungan dengan kanker ginjal yaitu merokok, obesitas, dan hipertensi. Faktor risiko lain yang berhubungan dengan kanker ginjal adalah faktor genetik.

"Semakin dini atau stadium awal kanker ginjal ditemukan, maka prognosisnya dan kelangsungan hidupnya akan lebih baik. Dengan mengenal gejala awal dan faktor risiko yang terjadi, masyarakat dapat mengenali penyakit ini dan terhindar dari penyakit ini," kata Ari.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT