Tren Warna 2020 Biru Klasik, Maknanya Buat Wanita Berpiikir Luas dan Terbuka
TEMPO.CO | 14/12/2019 19:54
Wanita mengenakan blazer biru. Unsplash.com/Laura Choutte
Wanita mengenakan blazer biru. Unsplash.com/Laura Choutte

TEMPO.CO, Jakarta - Semakin banyak wanita dengan profesi berbeda tentu kian aktif dalam menjalani kegiatan sehari-hari. Meski begitu setiap individu memiliki arti kesuksesan yang berbeda satu sama lain. Salah satu faktor penentu kesuksesan adalah percaya diri dengan penampilan sehari-hari.

Mita Hutagalung, Founder butik ByArra, menegaskan bahwa penampilan mempunyai andil besar bagi wanita dalam meraih kesuksesan. Penggunaan busana profesional seperti suits, slacks (celana formal), atau tailored dress akan membuat tampilan para wanita semakin stylish di lingkup profesional.

Tentunya, busana tersebut harus digunakan dalam kondisi bersih dan rapi agar terlihat meyakinkan. Mita juga menambahkan bahwa penggunaan parfum dan aksesoris pendukung yang tepat juga diperlukan dalam menyempurnakan penampilan bagi seorang wanita.

"Selain busana, parfum dan aksesoris pendukung yang tepat, make up natural dan gaya rambut yang simple juga menjadi elemen yang sangat penting bagi para wanita agar terlihat lebih anggun dan mempesona," tutur Mita dalam keterangan tertulis, Sabtu 14 Desember 2019. 

Ibu dua anak ini mengatakan, warna yang akan menjadi tren di tahun 2020 adalah warna classic blue. "Warna classic blue ini akan mendorong kita, para wanita, untuk berfikir secara terbuka dari sudut pandang yang lebih luas serta memperlancar komunikasi dengan lebih baik," katanya.

Selain percaya diri dan berpenampilan stylish, personal branding juga merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi usaha seseorang dalam meraih kesuksesan. Ivy Batuta, presenter dan aktris, menerangkan bahwa personal branding merupakan kombinasi antara citra dan reputasi seseorang.

"Personal branding menjadi sangat penting karena dapat memberikan dampak positif seperti menumbuhkan kepercayaan orang lain terhadap Anda, membuat hidup lebih mudah dan tentunya memberikan kebahagiaan tersendiri. Persona, kreasi, dan brand story merupakan tiga aspek penting dalam membangun personal branding yang kuat," katanya.

Persona menurutnya merupakan gambaran dan kualitas diri yang menyangkut penampilan, karakteristik, visi dan nilai-nilai diri. Kreasi sendiri bermakna sebagai hasil karya, hasil kerja dan hasil pikiran dari seseorang. Ini merupakan proses atau tindakan yang mengubah dari tidak ada menjadi ada, dari kecil menjadi besar, dari sulit menjadi mudah. Aspek terakhir adalah brand story, yang bercerita terkait hal-hal di luar tentang diri seseorang, contohnya seperti pemanfaatan sosial media dengan bijak dan benar.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT