Bangunan Heritage di Jalan Braga Bandung Bakal Dicat Bersama
TEMPO.CO | 14/12/2019 10:00
Jalan Braga, salah satu lokasi tujuan wisata di Kota Bandung, Jawa Barat. TEMPO | Anwar Siswadi
Jalan Braga, salah satu lokasi tujuan wisata di Kota Bandung, Jawa Barat. TEMPO | Anwar Siswadi

TEMPO.CO, Bandung - Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, Dewi Kaniasari berencana mempercantik kawasan Jalan Braga. Caranya, dengan mengecat bangunan heritage atau cagar budaya di sana bersama masyarakat. "Supaya masyarakat lebih peduli budaya dan pariwisata," kata dia di Bandung, Jumat 13 Desember 2019.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menggandeng sebuah pabrik cat di Bandung untuk pengecatan itu. Jalan Braga, menurut dia, akan menjadi contoh untuk aksi serupa di tempat bangunan cagar budaya lain. Total bangunan heritage di Bandung berjumlah 1.700-an. "Jalan Braga merupakan salah satu ikon Kota Bandung," ujarnya.

Pemerintah daerah telah menjadikan jalan itu sebagai destinasi wisata. Pengecatan bersama bangunan heritage akan menjadi atraksi untuk menghidupkan kawasan tersebut dengan berbagai acara. "Salah satunya lewat Heritage Run yang berlangsung akhir pekan ini," kata Dewi.

Jalan Braga terkenal sebagai tempat penjual lukisan di Kota Bandung, Jawa Barat. TEMPO | Anwar Siswadi

Sebelum pengecatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung akan meminta bantuan ahli cagar budaya mengenai warna cat. "Biasanya putih tapi mungkin ada masukan lain," ujarnya. Dinas juga akan mendata bangunan yang akan dicat sesuai izin pemiliknya.

Marketing Manager pabrik cat Sanlex, Agus Budisaksono mengatakan mendukung pengecatan bangunan tua di Bandung agar tampak bagus. "Biasanya (gedung tua) kurang terperlihara," katanya.

Kawasan bangunan cagar budaya atau heritage Kota Bandung di Jalan Braga. TEMPO | Anwar Siswadi

Sepanjang Jalan Braga di Kota Bandung menjadi tempat bangunan cagar budaya sisa kolonial Belanda. Sebagian besar gedungnya dipakai berbisnis, seperti toko untuk berjualan roti, kue, lukisan, disewakan untuk restoran dan kafe, juga penginapan. Sebagian lagi ada yang kosong dan rusak tidak terawat.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT