Bandara Husein Sastranegara Bandung VS Bandara Kertajati Majaleng
TEMPO.CO | 13/12/2019 08:26
Sejumlah penumpang mengambil barang saat tiba di terminal baru Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 6 April 2016. Terminal ini dapat melayani 90 penerbangan per harinya baik penerbangan domestik maupun internasional. TEMPO/Aditya Herlambang P
Sejumlah penumpang mengambil barang saat tiba di terminal baru Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, 6 April 2016. Terminal ini dapat melayani 90 penerbangan per harinya baik penerbangan domestik maupun internasional. TEMPO/Aditya Herlambang Putra

TEMPO.CO, Bandung - Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, seolah mati suri setelah pemerintah mengoperasikan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka. Musababnya, sejumlah rute penerbangan di Bandara Husein Sastranegara dialihkan ke Bandara Internasional Jawa Barat, Kertajati.

Asisten Daerah Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Eddy Nasution memastikan aktivitas di Bandara Internasional Husein Sastranegara Kota Bandung tetap berlangsung. Pemindangan sejumlah rute penerbangan ke Bandara Kertajati, menurut dia, justru bisa membuat rute-rute penerbangan lain masuk ke Bandara Husein Sastranegara.

"Tidak ada itikad untuk mematikan Bandara Husein Sastranegara," kata Eddy Nasution, di Bandung, Selasa 10 Desember 2019. Selain membuat rute penerbangan baru, dia berharap pengelola Bandara Husein Sastranegara berbenah. Misalnya, dengan menambah fasilitas parkir dan memberikan layanan yang menambah kenyamanan penumpang.

Sejak pemindahan penerbangan dari Bandara Husein Sastranegara Bandung (BDO) per 1 Juli 2019 ini, Bandara Internasional Kertajati (KJT) mulai terlihat sibuk.

Saat ini, Eddy melanjutkan, Bandara Husein Sastranegara melayani banyak penumpang dan yang datang dari luar negeri, seperti Singapura dan Malaysia. Rute penerbangan domestik juga masih aktif dan dapat ditambah, contohnya Bandung - Banyuwangi dan sebaliknya.

Bandara Husein Sastranegara dapat melayani penumpang dengan tujuan Kota Bandung dan Jawa Barat bagian selatan. Adapun Bandara Kertajati melayani penumpang dengan tujuan Cirebon, Majalengka, dan Kuningan. "Ini tinggal masalah pembagian rute saja dan penyebaran minat wisatawan ketika datang ke Jawa Barat," ucap Eddy.

Keberadaan Bandara Kertajati, dia menambahkan, justru bagus bagi pertumbuhan perekonomian. "Nanti bisa juga ada bandara penunjang di Tasikmalaya, Pangadaran, Cirebon, dan daerah lainnya. Semakin banyak bandara di Jawa Barat, itu pertanda bagus," kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT