Plus Minus Pelayanan Kesehatan Online Bagi Masyarakat
TEMPO.CO | 11/12/2019 05:30
Ilustrasi - telehealth. Inovasi "Telehealth" karya mahasiswa UI sebagai sarana monitor kesehatan di rumah. SHUTTERSTOCK KOMUNIKA ONLINE
Ilustrasi - telehealth. Inovasi "Telehealth" karya mahasiswa UI sebagai sarana monitor kesehatan di rumah. SHUTTERSTOCK KOMUNIKA ONLINE

TEMPO.CO, Jakarta - Di era digital ini, mulai banyak sektor konvensional yang beralih ke teknologi. Mereka memanfaatkan peran perangkat lunak untuk membantu dan memudahkan masyarakat untuk melakukan apa saja. Contohnya saja e-book hingga transportasi online. Mulai juga bermunculan pelayanan kesehatan online yang membantu masyarakat untuk terkoneksi dan berkonsultasi dengan dokter secara virtual. Ketua Umum Pengurus Ikatan Dokter Indonesia, Daeng M. Faqih pun mendukung hal baik ini. Ia menjelaskan bahwa masyarakat semakin dimudahkan untuk melakukan pemeriksaan tanpa harus mengunjungi rumah sakit.

Ini berarti, pasien bisa mendapatkan penanganan lebih cepat daripada harus mengantri untuk konsultasi. “Saya sangat mendukung kemajuan teknologi untuk membantu mempercepat masyarakat untuk mencari pertolongan dari segi kesehatan,” katanya usai acara peluncuran Grab Health di Jakarta pada 10 Desember 2019.

Dengan adanya pelayanan kesehatan online pula, masyarakat bisa mendapatkan informasi yang cepat, berkualitas dan kredibel dari dokter. “Karena sampai saat ini, banyak informasi yang beredar di dunia maya tentang kesehatan yang belum tentu benar. Jadi baik sekali dengan adanya aplikasi kesehatan yang dilayani langsung oleh dokter sehingga meminimalkan hoax,” katanya.

Dibalik segala manfaat positif yang ditawarkan, Daeng pun mengatakan bahwa terdapat pula kekurangan dari aplikasi pelayanan kesehatan. Misalnya, ketergantungan pada jaringan menjadi penghambat untuk berkonsultasi. “Kalau berbicara soal online, sudah ranahnya jaringan, jadi masih inklusif karena bergantung pada koneksi,” katanya.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT