Jajanan Pasar Banyak Dijual Online, Sayang Tak Ada Izin Edar BPOM
TEMPO.CO | 08/12/2019 09:55
Ilustrasi jajanan anak. Twitter.com
Ilustrasi jajanan anak. Twitter.com

TEMPO.CO, Jakarta - Mi lidi, seblak instan, cilok, telur gulung, cimol, gorengan, keripik pedas, hingga sirup es merupakan kudapan yang sering ditemukan di depan sekolah dan saat ini kembali menjadi tren nostalgia bagi generasi 90-an. Bagi generasi 90-an jajanan pasar itu menjadi bagian penting yang mewarnai perjalanan seorang siswa menempuh pendidikan mulai dari bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

Saat ini makanan- makanan ringan dan minuman itu kian mudah ditemukan tidak hanya di depan sekolah saja, namun juga melalui peredaran secara daring di toko- toko online. Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) banyaknya peredaran jajanan itu secara daring sayangnya kerap tidak dibarengi izin edar dari BPOM yang sebenarnya saat ini semakin mudah diurus.

Menanggapi tren itu, BPOM semakin gencar melakukan kegiatan sosialisasi bernama Cek KLIK kepada masyarakat terutama kepada generasi muda atau generasi emas yang akan memimpin Indonesia pada 2045 mendatang. “Saat ini banyak makanan dan obat yang beredar lewat media sosial. Banyak juga pangan yang menarik, sayangnya tidak ada nutrisi dan bisa merugikan kesehatan kita. Jadi hati- hati ya kalau beli lewat medsos ingat Cek KLIK,” kata Kepala Badan POM Penny K. Lukito kepada ratusan siswa SD dalam kunjungan kerjanya ke SDN 92 Kendari.

Cek KLIK yang merupakan akronim dari pengecekan Kemasan, Label, Izin Edar dari BPOM, dan Kedaluwarsa yang sudah ada sejak 2017 itu semakin sering digencarkan agar masyarakat dapat terhindar dari obat maupun makanan yang berbahaya dan tidak memiliki manfaat.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat khususnya generasi emas mengenai pentingnya makanan bernutrisi baik, BPOM semakin gencar melakukan sosialisasi melalui salah satu materinya yaitu Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS) yang dikhususkan bagi anak sekolah. “Mereka adalah the future generation. Jadi sudah sejak kecil mereka harus dikasih pemahaman, dan memilih produk kemasan. Apalagi sekarang dengan gencarnya berbagai cara penjualan yang sangat langsung terpapar masyarakat. Padahal belum tentu produknya aman, bermutu, bermanfaat, dan bernutrisi bagi kesehatan,” kata Penny.

Sejak 2011 BPOM melakukan intervensi keamanan PJAS terhadap 40.510 sekolah, lalu pembentukan 11.997 kader keamanan pangan sekolah, dan pemberian Piagam Bintang Keamanan Pangan Kantin Sekolah (PBKP-KS) kepada 549 sekolah. Salah satu yang menjadi sasaran materi PJAS adalah daerah Kendari, Sulawesi Tenggara. Penny pun menjelaskan alasan mengapa BPOM memilih Kendari sebagai salah satu daerah yang perlu diberikan materi PJAS. “Di sini (Kendari) perlu diedukasi karena di sini daerah yang agak sulit. Sehingga perlu ada penguatan untuk menutup jalur-jalur ilegal dari Makassar. Sehingga akan terus diberikan edukasi kepada masyarakat," ujar Penny dalam kunjungan kerjanya di SDN 92 Kendari.

Dalam PJAS, materi CEK KLIK yang menjadi program prioritas tidak tertinggal diajarkan kepada siswa- siswa sekolah melalui diskusi langsung atau pun metode dongeng sehingga CEK KLIK dapat lebih mudah dipahami dan dilakukan oleh anak- anak yang merupakan generasi emas itu. Dalam kunjungan kerjanya di SDN 92 Kendari, sebanyak 601 siswa sekolah dasar itu sangat antusias mendengarkan dongeng mengenai CEK KLIK dan berbincang langsung dengan Penny mengenai pentingnya mengecek bahan jajanan sekolah sebelum dikonsumsi. Antusias para siswa SDN 92 Kendari semakin terlihat ketika sesi kuis di akhir acara untuk mengasah ingatan para anak- anak itu mengenai materi yang dibagikan selama PJAS. Sebanyak tiga siswa memenangkan sepeda dalam acara itu.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT