Orang Indonesia Senang Ngemil di Pagi Hari, Ini Sebabnya
TEMPO.CO | 04/12/2019 06:45
Ilustrasi camilan berbahan ubi. Epicurus.com
Ilustrasi camilan berbahan ubi. Epicurus.com

TEMPO.CO, Jakarta - Sebuah survei mengungkapkan bahwa orang Indonesia cenderung mengonsumsi makanan ringan atau ngemil pada pagi hari, antara waktu sarapan dan makan siang. 

Survei The Harris Poll pada September 2019, yang dilakukan untuk Mondelez Internasional dan melibatkan 6.068 partisipan di 12 negara itu menunjukkan, waktu rata-rata orang Indonesia ngemil yakni pukul 11.28.

Sosiolog dari Universitas Nasional (UNAS) Dr Erna Ernawati Chotim mengatakan, fenomena ini terjadi karena orang Indonesia rata-rata menempuh perjalanan panjang menuju tempat kerja sehingga memerlukan waktu lebih pagi untuk menyiapkan segala sesuatunya sebelum berangkat.

"Untuk masyarakat modern, mobilitas tinggi. Makanan semacam pisang goreng enggak mungkin. Mereka lebih memilih makanan yang mudah dibawa di tas, nutrisi juga satu hal dipertimbangkan," ujar dia di Jakarta, Selasa, 3 Desember 2019.

Erna mengatakan, kebiasaan mengemil terutama pada pagi hari menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia dan hal ini tak berarti menggantikan sarapan.

"Camilan bukan hal baru untuk kita tetapi bagian dari tradisional masyarakat Indonesia. Kalau lihat di berbagai daerah kita bisa dapatkan makanan ringan khas masing-masing daerah. Ini memperkuat camilan menjadi bagian tak terpisahkan dari masyarakat Indonesia," kata dia.

Temuan lainnya memperlihatkan, orang Indonesia mengonsumsi camilan lebih sering daripada makanan berat yakni hampir tiga kali sehari, dibanding 2,5 kali makanan berat sehari, atau lebih tinggi dari rata-rata global.

Sebanyak 75 persen responden mengatakan, makanan ringan yang mudah dikonsumsi di sela-sela aktivitas lebih cocok dengan gaya hidup saat ini.

"Masyarakat Indonesia (saat ini) ditantang mobilitas tinggi, produktif, maunya yang mudah, camilan yang paling mudah diraih," tutur Erna mengomentari survei.

ANTARA

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT