Turunkan Kolesterol Tinggi dengan Kulit Salak dan Kayu Secang
TEMPO.CO | 01/11/2019 07:57
Ilustrasi salak (pixabay.com)
Ilustrasi salak (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 menyebutkan bahwa 35 persen masyarakat Indonesia mengidap dislipidemia atau kolesterol tinggi. Jika tidak dikontrol, ini bisa menyebabkan serangan jantung dan stroke, hingga kematian.

Ini berarti, menjaga kesehatan dengan memilih makanan yang tepat agar kadar kolesterol tetap terjaga perlu dilakukan. Seorang pria asal Bali, I Wayan Karta, menemukan alternatif murah dan enak yang bisa dikonsumsi oleh penderita kolesterol dengan menggunakan kulit salak dan kayu secang.

Kulit salak dan kayu secang ini dicampur bersama serbuk teh. Setelah diseduh dan diminum, Wayan mengatakan campuran ini bisa langsung mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.

“Ada 10 sampai 20 persen bisa menurun,” kata pria berusia 32 tahun itu dalam acara "Nutrifood Research Center Grant" di Jakarta pada 31 Oktober 2019.

Wayan menjelaskan jika kulit salak mengandung isoflavon, vitamin C, dan serat kasar yang bisa menghambat pembentukan kolesterol dalam darah. Sedangkan kayu secang dikenal tinggi brazilin sehingga mampu menjaga fungsi hati dan jantung agar tetap sehat.

“Di Bali, keduanya ini sangat mudah didapat. Jadi, kami gunakan sebaik mungkin dan ada manfaatnya juga,” katanya.

Pengujian memang baru dilakukan pada tikus. Namun, lebih lanjut Wayan berharap agar ini bisa segera diuji laboratorium untuk penyempurnaan dan diberikan kepada manusia.

“Harapan saya semoga bisa berkontribusi untuk Indonesia yang lebih sehat dan angka penderita kolesterol dapat terus turun,” katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT