Diet Air Putih Tak Boleh Sembarangan, Pahami Cara dan Risikonya
TEMPO.CO | 24/10/2019 22:44
Ilustrasi minum air mineral. Shutterstock
Ilustrasi minum air mineral. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Ada banyak pilihan untuk menurunkan berat badan saat ini, mulai dari diet keto sampai air putih. Selain itu ada yang aman, ada juga yang justru berbahaya untuk kesehatan. Misalnya diet air putih jika dijalankan sesuai anjuran, dianggap masih cukup aman untuk dilakukan. Namun, apabila dilakukan berlebihan, maka kesehatan bisa menjadi taruhannya.

Diet air putih hanya mengkonsumsi air putih. Makanan dan minuman lain seperti kopi, teh, atau minuman kemasan lain juga tidak dikonsumsi. Metode ini dianggap cukup efektif untuk membantu menurunkan berat badan. Namun diet air putih hanya boleh dilakukan selama 24-72 jam, atau maksimal selama 3 hari. Jika lebih dari tiga hari berisiko besar menimbulkan berbagai gangguan kesehatan. Diet air putih selama lebih dari 3 hari hanya boleh dilakukan apabila sudah mendapatkan persetujuan dari dokter.

Cara menjalankan diet air putih

Air putih yang dikonsumsi disarankan berjumlah 3 liter setiap hari harinya. Anda hanya akan mendapatkan cairan dari air putih, dan bukan dari asupan lain seperti buah atau sayur. Perhatikan juga durasi maksimal untuk diet air putih, yaitu tiga hari.

Setelah selesai menjalaninya, rasa lapar pasti menghampiri. Namun, jangan langsung makan terlalu banyak, karena hal ini bisa membuat Anda sakit. Makanlah sedikit demi sedikit, hingga kondisi tubuh sudah kembali terbiasa dengan makanan berat.

Anda juga dapat melakukan diet secara berselang-seling. Metode ini disebut juga dengan intermitten fasting. Artinya, pada hari-hari tertentu, Anda hanya akan mengonsumsi seperempat dari total kalori yang biasa dikonsumsi sehari-hari. Contohnya adalah diet 5:2, yaitu selama 5 hari dalam satu minggu Anda makan seperti biasa, dan sisa 2 hari lainnya, Anda mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi, salah satunya dengan diet air putih. Melakukan intermitten fasting secara rutin, disebut dapat mengurangi risiko diabetes, menurunkan indeks massa tubuh, dan membantu mengurangi risiko penyakit jantung.

Jika sebelumnya Anda belum pernah menjalani diet air putih, sebaiknya jangan langsung melakukannya secara penuh. Anda disarankan untuk mecoba diet air putih selama 1 hari terlebih dahulu, dan memastikan tidak ada efek samping yang membahayakan kesehatan.

Menjalani diet air putih bisa melelahkan, baik secara fisik maupun mental. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan, seperti makan yang cukup dan konsumsi makanan yang dapat memberikan energi lebih. Pilih waktu diet saat Anda sedang tidak banyak kegiatan, sehingga ada banyak waktu untuk istirahat. Jangan memaksakan diet jika sedang lelah atau merasa tidak enak badan. Hindari berolahraga secara berlebihan. Mulai proses diet secara perlahan, misalnya dengan mengurangi porsi makan.

Selama menjalani diet air putih, Anda perlu mengonsumsi cukup cairan sepanjang hari. Namun, perlu diingat jangan minum terlalu banyak, karena hal itu justru akan mengganggu kesehatan Anda.

Risiko diet air putih

Meski memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, diet air putih juga memiliki risiko yang mungkin muncul. Berikut ini risiko yang perlu Anda waspadai, apabila ingin menjalani diet air putih untuk menurunkan berat badan.

1. Berat badan turun, tapi lemak tidak hilang
Karena konsumsi air putih membatasi asupan kalori harian Anda, berat badan akan turun dengan cepat. Namun, turunnya berat badan bukan disebabkan karena hilangnya lemak, melainkan berkurangnya kadar cairan tubuh, karbohidrat, dan massa otot.

2. Kekurangan nutrisi
Tidak mengonsumsi apapun selain air putih selama beberapa hari, akan membuat Anda kehilangan asupan vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya yang diperlukan tubuh. Padahal, semua zat tersebut dibutuhkan agar tubuh dapat berfungsi dengan baik.

3. Dehidrasi
Diet air putih juga bisa membuat dehidrasi. Sebab, selama ini sebenarnya Anda tidak hanya mendapatkan cairan tubuh dari minuman, namun juga dari makanan yang Anda konsumsi. Jika tidak makan, tapi tetap mengonsumsi air putih seperti biasa saat melakukan diet ini, Anda akan kekurangan cairan di tubuh. 

4. Tekanan darah rendah
Mengonsumsi terlalu banyak air, bisa menurunkan tekanan darah sampai ke level yang berbahaya (hipotensi). Anda juga bisa mengalami hipotensi ortostatic, yaitu turunnya tekanan darah secara tiba-tiba saat mengubah posisi dari duduk ke berdiri. Kondisi ini bisa menyebabkan pusing.

5. Lemas, sulit fokus
Membatasi kalori secara berlebihan, dapat memicu kondisi lemas, kelelahan, dan linglung. Saat tubuh kekurangan kalori, fungsinya akan sulit untuk berjalan secara optimal dan membuat Anda sulit berpikir dan fokus.

6. Bisa memperparah beberapa kondisi penyakit
Mengonsumsi terlalu banyak air putih, dapat memperparah beberapa penyakit, seperti asam urat, diabetes, gangguan makan, dan heartburn.

7. Memicu binge-eating
Binge eating atau nafsu makan tidak terkontrol, bisa terjadi saat seseorang telah selesai melakukan diet, yang terlalu membatasi asupan kalori.

Ada beberapa kelompok individu yang sebaiknya tidak menjalani diet air putih, seperti lansia, anak dan remaja berusia di bawah 18 tahun, orang yang memiliki gangguan makan, berat badan kurang, sedang hamil atau menyusui, memiliki riwayat penyakit jantung, penderita diabetes tipe 1 dan 2, sering migrain, akan donor darah, dan mengonsumsi obat-obatan tertentu.

 

 

SEHATQ


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT