Calon Menteri Jokowi Diimbau Wajib Memiliki Kesehatan Optimal
TEMPO.CO | 20/10/2019 21:52
Presiden Joko Widodo saat diambil sumpah jabatannya dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad, 20 Oktober 2019. Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi menjabat Presi
Presiden Joko Widodo saat diambil sumpah jabatannya dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Ahad, 20 Oktober 2019. Joko Widodo dan Ma'ruf Amin resmi menjabat Presiden dan Wakil Presiden masa jabatan 2019-2024. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Pasangan Joko Widodo dan Ma’ruf Amin telah resmi menjadi Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. Mereka dilantik di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta pada Minggu sore, 20 Oktober 2019. Memenuhi susunan pemerintahan yang baru, Jokowi mengatakan bahwa dirinya akan segera mengumumkan menteri terpilih untuk lima tahun. “Besok dikenalkan, besok pagi," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Minggu, 20 Oktober 2019.

Dengan nama-nama yang nantinya akan diumumkan dan melengkapi Susunan Menteri Kabinet Kerja Jilid II, dokter spesialis penyakit dalam yang sekaligus dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Ari Fahrial Syam berharap agar menteri yang nanti dipilih Jokowi memiliki kesehatan yang optimal. Sebab, tugas seorang menteri ke depan merupakan tugas yang cukup berat.

Ari mengatakan bahwa era globalisasi membuat Indonesia harus semakin bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan. “Dengan tingkat stres yang tinggi, berbagai potensi resiko penyakit juga bisa terjadi bagi para menteri tersebut,” katanya dalam keterangan pers yang diterima Tempo.co pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Tak heran, Ari pun mengimbau agar dari awal, para calon menteri sudah mendapatkan penyaringan kesehatan. Apabila dananya terlalu besar untuk melakukan hal tersebut, Ari pun menyarankan agar para calon menteri bisa memberikan hasil check up kesehatan yang terbaru dari rumah sakit. “Ini dilakukan agar kita tidak terjeblos dalam lubang yang sama dimana beberapa menteri sebelumnya pernah jatuh sakit karena tidak siap secara fisik sehingga menghambat kinerja pemerintah untuk kemajuan publik,” katanya. 



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT