Bosan Miskin, Ini yang Dilakukan Moeldoko Untuk Mengubah Nasib
TEMPO.CO | 16/10/2019 05:30
Wakil Ketua TKN, Moeldoko menghadiri acara silaturahmi dan pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin resmi dibubarkan yang merupakan penanda bahwa TKN telah
Wakil Ketua TKN, Moeldoko menghadiri acara silaturahmi dan pembubaran Tim Kampanye Nasional (TKN) di kawasan Menteng, Jakarta, Jumat, 26 Juli 2019. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin resmi dibubarkan yang merupakan penanda bahwa TKN telah selesai melaksanakan tugasnya untuk memenangkan pasangan calon presiden nomor urut 01. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) TNI Moeldoko mengaku pernah hidup terlunta-lunta setelah menamatkan Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jombang, Jawa Timur. "Saya bosan miskin, sudah tidak tahan lagi saat itu. Alhamdulillah semua berubah karena saya sekolah," ujar Moeldolko di hadapan ratusan mahasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) di Jakarta, Selasa 15 Oktober 2019.

Dia menambahkan jika tidak sekolah, mungkin dia saat ini bekerja sebagai pengembala kambing. Namun karena ia pantang menyerah, nasibnya pun berubah menjadi lebih baik. Moeldoko merupakan alumni Akabri 1981 dan meraih Bintang Adhi Makayasa. Sejumlah penghargaan diraih dan pada 2014 Moeldoko juga meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia.

Moeldoko mengaku yakin pendidikan merupakan satu-satunya cara baginya untuk keluar dari lingkar kemiskinan. Oleh karenanya, Moeldoko berusaha untuk terus sekolah. "Anda tidak akan bisa maju tanpa bekerja keras. Untuk itu harus terus bekerja keras dan pantang menyerah," kata Moeldoko yang pernah menjabat sebagai Panglima TNI itu.

Dalam kesempatan itu, Moeldoko memberikan pesan kepada mahasiswa untuk memiliki prinsip yakni mau mendengarkan, jujur, cerdas, inovatif, kerja keras, disiplin, tanggung jawab, tegas, pantang menyerah, dan taat beribadah. "Prinsip ini masih saya pegang sampai saat ini," kata dia lagi.

Begitu juga, Indonesia jika ingin menjadi negara maju maka harus memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul. Tanpa SDM yang unggul, maka akan sulit bagi Indonesia menjadi negara maju. Moeldoko menyontohkan negara tetangga seperti Singapura, yang mana memiliki sumber daya alam yang terbatas namun karena SDM unggul maka bisa menjadi negara maju.

Dalam kesempatan itu juga diputar video mahasiswa PMDSU yakni Lailatul Qomariyah yang meraih gelar doktor di Institut Teknologi Sepuluh November. Lailatul merupakan anak seorang pengayuh becak di Pamekasan, Madura


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT