Cara Memilih Genset dan Stabilizer
TEMPO.CO | 14/10/2019 09:30
Cara memilih genset dan stabilizer.
Cara memilih genset dan stabilizer.

INFO GAYA - Genset merupakan alat listrik yang dibutuhkan agar aktivitas tetap berjalan, terutama saat listrik mati. Anda yang berkeinginan membelinya untuk pertama kali, tentunya membutuhkan informasi yang tepat. Berikut lima tips yang perlu Anda ketahui :

  1. Hitung kebutuhan daya

Untuk memutuskan seberapa besar kapasitas yang akan Anda beli, Anda perlu untuk menghitung besarnya daya yang dibutuhkan rumah atau kantor Anda. Jika perhitungan daya listrik PLN menggunakan KW atau kilo watt, genset pada umumnya menggunakan menggunakan kapasitas daya dengan satuan kVa. 1 kVa setara dengan 0,8 kW atau 800 Watt. Jika sebuah bangunan  Anda menghasilkan daya 2000 Watt, (20000/0.8=2,5 kVa), maka Anda butuh genset dengan kapasitas minimal 2,5 kVa.

  1. Pilih yang dayanya melampaui kebutuhan 

Untuk menjaga agar mesin tetap awet dan mengurangi hal-hal di luar perhitungan, sebaiknya Anda membeli genset melebihi kapasitas yang Anda hitung.

  1. Perhatikan kualitas dan harga 

Beli yang terjamin kualitasnya. Sebagai konsumen, Anda harus aktif pelajari produk, membaca review pengguna, spesifikasi, reputasi toko penjual, dan cara perawatan yang mudah. Cari juga genset dengan kisaran harga yang sesuai anggaran Anda. Tapi ingat, murah belum tentu bagus. Jangan salah pilih dalam membeli.

  1. Perhatikan purna jualnya

Jika Anda telah yakin membeli produk genset tertentu, Anda tinggal melangkah ke toko atau supermarket. Yang utama, Pilih toko yang menyediakan garansi atau layanan purna jual. Pastikan juga toko penjual juga menyediakan spare part-nya.  

  1. Jika masih ragu,  tanyakan ke ahlinya

Untuk menghindari perhitungan yang meleset dam mencari tahu istilah-istilah genset yang tidak Anda mengerti, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan ahlinya. Hubungi kontak penjual yang Anda percaya dan jelaskan kebutuhan listrik Anda. Hal ini dapat lebih meyakinkan Anda dengan produk yang akan dibeli.

Satu alat listrik yang berguna untuk kebutuhan rumah tangga atau perkantoran di saat aliran tidak stabil adalah stabilizer. Stabilizer Listrik di pasaran terdiri dari Sistem Servo Motor dan Sistem Relay. Dari kedua sistem tersebut, sistem Servo Motor lebih banyak dipakai karena kinerja alat dan permintaan pasar. 

Stabilizer sistem Relay, saat tap atau perpindahan volt dalam stabilisasi akan terjadi kedip pada lampu, karena perpindahan volt antar Relay. Ada pun sistem Solid State Relay (SSR) jauh lebih baik karena tidak akan terjadi kedip lampu saat perpindahan volt tidak ada yang terputus.

Bagi konsumen, jangan terpukau dengan bentuk fisik tampilan luar pada bodi Stabilizer Listrik.  Sebaiknya Anda fokus mencari produk yang kinerjanya bagus. Berikut 2 tips-nya: 

1.Rentang Input Voltage,

Ini kemampuaan stabilizer listrik menangani tegangan listrik yang turun atau naik pada batas tertentu. Pilih yang rentang input voltage-nya paling lebar atau yang memiliki batas bawah dan batas atas.

Stabilizer dengan rentang input voltage : 130V – 260V artinya benda ini mampu melakukan pekerjaan jika tegangan listrik turun hingga 130 V dan distabilkan ke normal (220V). Sedangkan jika tegangan listrik melonjak sampai 260V, maka akan menormalkan tegangan listrik kembali ke  220V. 

2.Tingkat Akurasi pada Output Voltage

Adalah tingkat presisi kemampuan stabilizer listrik dalam menghasilkan Output Voltage yang setelah distabilkan. Misal akurasi stabilisasi Output Voltage : +/- 2%, artinya hasil dari stabilisasi mencapai 220V – 2% = 215 V atau 220 + 2% = 225 V. (*)

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT