Hari Terapi Fisik Sedunia 2019, Pentingnya Masyarakat Bergerak
TEMPO.CO | 30/09/2019 00:47
Kegiatan World Physical Therapy Day 2019 Jakarta pada 29 September 2019.Tempo/  Rini K
Kegiatan World Physical Therapy Day 2019 Jakarta pada 29 September 2019.Tempo/ Rini K

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Umum Fisioterapi Indonesia dan Ketua Perhimpunan Fisioterapi neurologi Indonesia Parmono Dwi Putro mengatakan dalam memperingati World Physical Therapy Day 2019, para fisioterapi ingin mengingatkan kepada masyarakat untuk terus bergerak. "Penting sekali tingkatkan kesadaran masyarakat bahwa bergerak itu membuat sehat," kata Parmono dalam peringatan Hari Terapi Fisik Sedunia 2019 di Monas pada Ahad 29 September 2019. 

Sebelumnya, Hari Terapi Fisik Sedunia 2019 alias World Physical Therapy Day 2019 sebenarnya diperingati pada 8 September. Namun, perhimpunan fisioterapi se-Indonesia baru merayakannya pada akhir bulan September ini. 

Parmono menjelaskan bahwa pasien yang datang ke fisioterapi biasanya mengalami masalah atau gangguan dalam hal fungsi dan gerak. Seperti sangat nyeri saat bangun tidur dari tidur hingga berdiri. Lalu bisa juga ada anak usia 2 tahun yang mengalami keterlambatan jalan. Dalam kasus ekstrem, ada pula pasien stroke atau lumpuh yang juga mencari fisioterapi.

Kegiatan World Phsical Day di Monas, Jakarta pada 29 September 2019. Tempo/Shalfi Andri

Para pasien yang mendatangi fisioterapi memang beragam keluhannya, namun hal utama adalah mereka kesulitan dalam hal gerak. Parmono mengatakan berbagai studi bahwa ada banyak manfaat baik dari bergerak. "Bergerak itu justru bikin semakin sehat dan panjang umur," katanya. 

Tantangan yang dihadapi pada fisioterapi ini adalah dalam hal gaya hidup masyarakat saat ini yang sangat malas bergerak. "Lihat saja, mau nonton ada remote, tidak bergerak. Mau hidupkan AC juga menggunakan remote. Jadi ada masalah gaya hidup saat ini," kata Parmono

Pada World Physical Therapy Day 2019 perhimpunan fisioterapi merayakannya di Monas. Ada beragam kegiatan yang diadakan kelompok ini. Ada jalan sehat, senam bersama, juga deteksi dini.

Wakil Ketua Ikatan Fisioterapi DKI Jakarta Mohammad Rendy Herdiansyah mengatakan kegiatan kumpul di Monas menjadi salah satu ajang silaturahmi kelompoknya. "Ini kegiatan memang dari keinginan teman teman terapis," kata Rendy pada 39 September 2019. 



REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT