Penyebab dan Cara Mencegah Penyakit Kelainan Jantung Bawaan
TEMPO.CO | 21/09/2019 13:30
ilustrasi jantung (pixabay.com)
ilustrasi jantung (pixabay.com)

TEMPO.CO, Jakarta - Kelainan jantung bawaan adalah salah satu penyakit yang banyak dialami masyarakat Indonesia. Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Radityo Prakoso, mengatakan sebanyak sembilan dari seribu bayi yang lahir akan mengidap masalah kesehatan ini.

“Jadi total dalam satu tahun, terdapat 43 ribu kasus kelainan jantung bawaan di Indonesia,” katanya dalam acara konferensi pers 24th ASEAN Congress of Cardiology di Jakarta pada Jumat, 20 September 2019.

Apa yang membuat seseorang mengidap kelainan jantung bawaan? Radityo mengatakan bahwa 80 persen alasannya tidak diketahui. Namun, 20 persen lainnya sering dikaitkan dengan gaya hidup tidak sehat dan genetik orang tua. 

Ilustrasi pemeriksaan kesehatan jantung. Shutterstock

“Kalau ibunya perokok, suka mengonsumsi makanan sembarangan, dan memiliki riwayat penyakit ini, penelitian mengatakan bisa mengalami kelainan jantung bawaan. Tapi ini hanya 20 persen kemungkinannya,” katanya.

Untuk mencegah penyakit ini, mengubah gaya hidup menjadi lebih baik harus diterapkan. Seperti yang dicontohkan Radityo, seorang calon ibu harus menghindari rokok dan mengonsumsi banyak makan sehat.

“Perbanyak makan buah dan sayur. Makanan juga harus bergizi dan kaya nutrisi,” katanya.

Melakukan pengecekan kandungan secara berkala juga wajib dilakukan. Radityo mengatakan bahwa penyakit kelainan jantung bawaan akan mulai dideteksi oleh para ahli saat kandungan berusia 20 minggu sehingga memberikan perhatian khusus pada waktu tersebut dan seterusnya akan berdampak untuk kesehatan bayi.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT