Ketidakpedulian Orang Tua Penyebab Anak Obesitas
TEMPO.CO | 11/09/2019 09:25
Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com
Ilustrasi anak obesitas. Nursenaomi.com

TEMPO.CO, Jakarta - Ketidakpedulian orang tua menyebabkan semakin tingginya angka obesitas pada anak. Pola asuh yang tidak tepat bisa menimbulkan kegemukan atau obesitas pada anak. Begitu kata dr. Michael Triangto Sp.KO, spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran di Jakarta.

"Salah satu faktor terjadinya obesitas pada anak mereka adalah karena seringkali para orang tua membebaskan anak untuk mengonsumsi makanan dengan memberikan uang jajan tanpa mempertimbangkan faktor gizi yang perlu dan tidak perlu dikonsumsi oleh anak," katanya.

Michael menekankan pentingnya kesadaran orang tua untuk tidak selalu menuruti permintaan atau rengekan anak. Spesialis kedokteran olahraga dari Rumah Sakit MMC Jakarta, dr. Zaini K. Saragih, dalam kesempatan yang berbeda juga mengemukakan bahwa orang tua sering kali tidak memperhatikan kandungan gizi dalam makanan yang diberikan kepada anak.

"Diberikan makan oleh orang tuanya, tapi makanannya kebanyakan karbohidrat terus," katanya.

Michael juga mengatakan bahwa aktivitas yang minim juga merupakan faktor risiko terjadinya obesitas pada anak. Oleh karena itu dia menganjurkan orang tua sering mengajak anak melakukan aktivitas fisik.

Ilustrasi obesitas. Shutterstock

"Meningkatkan aktivitas fisik dalam bentuk permainan dan bukan latihan beban yang nantinya meningkatkan risiko cedera, menjaga motivasi anak untuk mau tetap melakukan aktivitas fisik karena latihan yang dilakukan dirasakan sebagai bagian dari permainan dan bukan keharusan melakukan olahraga," jelasnya.

Michael menjelaskan, penanganan obesitas pada orang dewasa dan anak berbeda. Pada orang dewasa, penanganan obesitas bisa dilakukan dengan mengurangi asupan kalori melalui program diet sehat dan meningkatkan aktivitas fisik.

Penanganan serupa tidak bisa diterapkan pada anak karena anak harus mendapatkan asupan gizi cukup untuk pertumbuhan. Obesitas pada anak akan meningkatkan risiko penyakit seperti resistensi insulin dan diabetes melitus tipe 2, hipertensi, hiperlipidemia, gangguan jantung, gangguan pada hati dan ginjal, dan gangguan sendi.

Keluhan-keluhan yang sering muncul pada mereka yang mengalami obesitas adalah gangguan bernapas, sesak nafas saat tidur, gangguan konsentrasi, mudah lelah yang tentunya akan menurunkan kemampuan belajar, dan ketidakmampuan untuk memobilisasi diri sendiri. Jika obesitas pada anak terabaikan, maka kualitas angkatan kerja Indonesia pada masa mendatang bisa menurun dan dengan demikian kemampuan kompetisinya juga menurun.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT