Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan saat Mencuci Wajah
TEMPO.CO | 09/09/2019 09:30
Ilustrasi cuci muka. Shutterstock
Ilustrasi cuci muka. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu perawatan wajah rutin adalah cuci wajah. Meski simpel, ternyata masih banyak orang yang sering salah melakukannya. Umumnya hal itu dipicu keinginan untuk mendapatkan hasil maksimal, entah frekuensinya terlalu sering, cara membersihkan wajah dengan sedikit bertenaga, hingga cara mengeringkan wajah.

Rizqa Ridhayati Zulka product specialist FMCG PT EIG Dermal Wellness Indonesia mengatakan, di tahap pembersihan wajah, biasanya masih banyak yang cuci wajah langsung pakai facial foam atau sabun. Padahal itu, langkah yang salah.

Menurut dia, pakai makeup ataupun tidak makeup, kotoran di wajah itu basic-nya ada dua, yaitu minyak dan air. Kedua bahan ini sama-sama diketahui tidak bisa menyatu, sama halnya dengan kotoran. Kotoran minyak tidak bisa diangkat dengan air saja.

"Makanya perlu pakai makeup remover, sekalipun bahan produk itu jenisnya air, tapi di dalamnya sudah ada teknologi untuk mengangkat kotoran minyak di wajah. Jadi, tipsnya harus double cleanse,” ucap Rizqa di acara peluncuran Nurish Organiq di Jakarta Selatan, pekan lalu.

Selain sering melewatkan tahapan cuci wajah, tenyata mencuci wajah dengan gaya over cleanse juga patut dihindari. Kadang saat wajahnya berminyak merasa harus sering cuci wajah berkali-kali agar berkurang minyaknya, padahal itu tidak perlu.

"Cuci wajah dengan sabun itu cukup dua kali, kenapa? Minyak alami yang ada di kulit wajah itu tetap perlu ada. Bukannya dikikis habis, tetapi dikontrol," ujar dia.

Rizqa menambahkan, minyak alami yang diproduksi wajah juga memiliki banyak manfaat. Antara lain sebagai pelindung kulit karena salah satu pembentuk dasar material asam kulit dan mengunci kelembapan.

Selesai cuci wajah, cara mengeringkan wajah pun harus diperhatikan. “Seringnya digosok-gosok pakai handuk. Hal itu salah dan tidak boleh dilakukan sebab mengikis kandungan minyak alami di wajah dan mempercepat timbulnya kerutan,” ungkap Rizqa.

Lebih lanjut ia menjabarkan, “Lebih baik dibiarkan kering secara alami. Kalau mau dikeringkan karena terburu-buru, cukup ditepuk-tepuk saja dengan handuk.”

Rizqa juga menekankan jangan memilih jenis produk pembersih yang terlalu berat. Misalnya, untuk kulit wajah berminyak memakai pembersih berbahan alkohol, itu tidak disarankan.

"Jadi, bagi yang kulit berminyak lalu pilih pembersih wajah dengan kandungan alkohol, itu sebenarnya enggak baik. Memang itu berhasil mengeringkan minyak, tapi mengeringkannya jadi over kering. Pilihlah produk yang mengontrol minyak saja, jangan mengikis habis. Cara mengontrol minyak untuk kulit berminyak, sebaiknya konsultasikan lebih dulu ke dokter kulit,” kata dia.

SILVY RIANA PUTRI


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT