Perdana Naik Gunung? Jangan Irit Bawa Makanan
TEMPO.CO | 08/09/2019 15:10
Persiapan Matang Sebelum Naik Gunung
Persiapan Matang Sebelum Naik Gunung

TEMPO.CO, Jakarta - Banyak manfaat positif yang bisa diraih dari naik gunung. Contohnya saja mengencangkan dan membentuk otot kaki, hingga menyehatkan jantung. Tak heran, banyak orang yang semakin tertarik mencobanya.

Apabila Anda belum pernah naik gunung, namun penasaran dengan kegiatan petualang ini, berikut beberapa hal yang wajib diperhatikan. Informasi ini tentunya dalam membantu Anda terhindar dari berbagai kecelakaan selama di perjalanan. Dalam acara Travel Addict Festival travelpreneur dan penggagas komunitas Adventure Camp Yudi Kurniawan menjelaskan tiga diantaranya.

Pertama, ini berhubungan dengan pengenalan akan pemimpin grup. Menurut Yudi, pemimpin yang baik harus memiliki identitas dan kredibilitas. Jika tidak, ini akan merugikan perjalanan Anda untuk mencapai puncak gunung. “Anda kenal enggak dengan yang memimpin? Dia sesering apa naik ke gunung itu? Pengalamannya seperti apa? Ini harus dipastikan supaya nanti Anda tidak tersesat,” katanya di Jakarta pada Sabtu, 7 September 2019.

Selanjutnya, memastikan tubuh dalam kondisi sehat dan terlatih juga sangat penting. Karena nantinya, hal ini akan berpengaruh pada kesuksesan tim. Yudi pun menyarankan agar Anda melatih diri dengan joging selama 30 menit setiap hari. Tidur cukup dan mengkonsumsi makanan yang bergizi juga sangat disarankannya. “Kalau Anda tidak dalam kondisi yang baik, akan menyusahkan tim. Nanti baru mendaki sedikit, lelah lalu istirahat. Jadi harus berlatih dulu agar terbiasa,” katanya.

Terakhir, Yudi juga menyarankan untuk membawa perbekalan yang cukup. Sebab dalam beberapa kasus, banyak orang lebih memilih kekurangan makanan agar tas punggung tidak berat. Padahal ini akan mengganggu stamina dan kesehatan selama naik gunung. “Jangan mau simpel. Bawa dilebihkan. Misalnya makan sehari tiga kali. Kalau naik gunung dua hari harusnya enam porsi makanan, jadi delapan saja. Baik lebih daripada kurang dan mengganggu kesehatan. Karena naik gunung butuh banyak energi,” katanya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT