Jangan Katakan dan Lakukan Hal-hal Ini pada Penderita Kanker
TEMPO.CO | 08/09/2019 06:50
Ilustrasi Kanker. shutterstock.com
Ilustrasi Kanker. shutterstock.com

TEMPO.CO, Jakarta - Kanker adalah penyakit yang berat bagi penderitanya. Meski begitu, hanya sekedar dukungan dapat memberi pengaruh besar terhadap kondisi emosinal, bahkan kesembuhan penderita.

Sayangnya, sering kali kita keliru memilih kalimat dan tindakan yang tepat untuk menyampaikan rasa empati kepada mereka. Sebuah penelitian hasil kolaborasi Universitas Derby dan Imperial College London di Inggris dilakukan dengan mewawancarai enam wanita penyintas kanker payudara, kemudian dipublikasikan beberapa hari setelah Hari Kanker Sedunia. Penelitinya, Fiona Holland, menjelaskan enam hal yang tidak boleh dikatakan dan lakukan kepada penderita kanker, dilansir dari Daily Mail.

1. Apa yang Anda akan lakukan jika berada di posisi mereka?
Kalimat ini sama seperti mendikte mereka secara halus. Sebaiknya, katakan bahwa Anda akan tetap mencintai mereka apa pun yang terjadi.

2. Menjadi terlalu emosional, sehingga akhirnya mereka yang berbalik mendukung Anda
Sulit rasanya jika mendengar kabar bahwa orang yang kita sayangi menderita kanker. Namun, jangan sampai terlalu terbawa perasaan dan terlalu sedih sampai-sampai mereka yang justru berbalik mendukung Anda.

3. Menawarkan terlalu banyak bantuan
Kita seringkali berasumsi bahwa penderita kanker tidak mampu melakukan apa-apa sehingga mereka selalu butuh bantuan. Beberapa memang membutuhkan bantuan, tetapi sebagian menganggap bahwa Anda meremehkan mereka.

4. Memberi info statistik kanker yang mereka derita
Sebagian penderita merasa tidak butuh mengetahui peluang mereka untuk berhasil melawan kanker yang diderita.

5. Memperlakukan mereka secara berbeda
Seringkali ketika orang terdekat menderita kanker, mereka mendapat perlakuan berbeda. Pastikan bahwa Anda memperlakukan mereka sama seperti sebelum sakit.

6. Bertindak seperti dokter
Orang-orang terdekat dari penderita kanker seringkali mengomentari pengobatan yang seharusnya mereka lakukan. Jangan tiba-tiba sok tahu mengemukakan opini medis kepada mereka. Biarlah dokter ahli yang menanganinya.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT